Pendidikan Prestasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:38 WIB

8 jam yang lalu

logo

Pidato di Unusa, Risma Tekankan Peran Kampus Jadi Motor Solusi Pembangunan Berkelanjutan

SURABAYA | klikku.id – Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan. Kampus juga harus hadir sebagai penggerak solusi berbagai persoalan masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang berdampak nyata.

Pesan itu disampaikan mantan Menteri Sosial sekaligus mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, saat menjadi pembicara utama dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-13 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Kamis (2/7/2026).

Menurut Risma, keberhasilan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki kekuatan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Perguruan tinggi menjadi salah satu aktor utama karena memiliki kemampuan menghasilkan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi yang dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan,” ujarnya.

Ia menilai implementasi SDGs di lingkungan kampus harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pembelajaran, pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, tata kelola kampus yang berkelanjutan, hingga penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Dalam paparannya, Risma juga membagikan pengalaman saat memimpin Kota Surabaya maupun ketika menjabat Menteri Sosial. Berbagai persoalan, kata dia, tidak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi lintas disiplin dan lintas lembaga.

“Kolaborasi menjadi kunci agar setiap kebijakan mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Risma memberikan apresiasi atas capaian Unusa dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, termasuk keberhasilan menempati peringkat ke-86 dunia pada indikator SDGs 3 atau Good Health and Wellbeing.

Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu memperoleh pengakuan internasional ketika berhasil membangun ekosistem pendidikan, riset, inovasi, dan pelayanan masyarakat secara terintegrasi.

“Sungguh tidak mudah mencapai posisi tersebut. Saya percaya jaringan rumah sakit yang dimiliki Yarsis serta kolaborasi dengan pondok pesantren menjadi salah satu kekuatan Unusa,” ujarnya.

Risma berharap capaian itu tidak berhenti pada raihan peringkat semata, tetapi terus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

Dies Natalis ke-13 Unusa mengusung tema “Transformasi UNUSA Menuju Kampus Berdampak dan Berkelanjutan melalui Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)”, sebagai penegasan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan nasional dan agenda pembangunan berkelanjutan dunia. AM@n


 

33

Baca Lainnya