Surabaya | klikku.id – Suasana Kantor Kelurahan Wonorejo, Tegalsari, Surabaya, Minggu (24/8/2025) benar-benar semarak.
Ratusan warga tumpah ruah mengikuti kegiatan Semarak Sego Rongewu Episode III Seri ke-23, yang digelar Ikatan Alumni SMPN 10 Surabaya (Ikasdasa) dan Baksos’e Suroboyo.
Kegiatan ini terasa istimewa. Karena bertepatan dengan momen peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Ketua Ikasdasa, Bambang Udi Ukoro, mengaku bangga dengan antusiasme warga yang begitu besar.
“Alhamdulillah, dukungan dari camat, lurah, RW, hingga LPMK luar biasa. Semuanya guyub,” ujarnya.
Bambang menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sekadar kumpul-kumpul. Tetapi juga dikemas dengan bakti sosial (baksos) dan berbagai kegiatan interaktif lainnya.
“Dalam kegiatan ini, kita ada layanan konsultasi hukum gratis dari Fakultas Hukum Unair, pemeriksaan kesehatan gratis dari Universitas PGRI Adi Buana, hingga terapi akupuntur yang dihadirkan Ikatan Akupuntur Indonesia. Warga juga bisa memeriksakan kulit wajah tanpa biaya dari NavaGreen,” ungkapnya.
Acara dibuka dengan senam pagi bersama, lalu berlanjut dengan pembagian doorprize yang menghibur warga. Dilakukan juga pemberian mushaf Al-Qur’an untuk masjid dan musholla sekitar, pemberian santunan untuk anak yatim dan dhuafa, serta pemberian bingkisan pada sesepuh mantan guru SMPN 10 Surabaya.
Puncak acara adalah lomba masak nasi goreng khusus bapak-bapak, menjadi magnet tersendiri. Setelah dinilai, hasil masakan disantap ramai-ramai oleh peserta. “Selain bermanfaat, ada hiburannya juga. Jadi warga makin semangat,” tutup Bambang.
Sementara itu, Camat Tegalsari, Kartika Indrayana, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan Ikasdasa selaras dengan semangat gotong royong yang kerap ditekankan Wali Kota Surabaya.
“Ini luar biasa. Kolaborasi alumni sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan warga, bisa membawa dampak positif. Pemerintah pasti mendukung penuh,” tegasnya.
Indrayana berharap, program Sego Rongewu bisa berlanjut dan makin berkembang. “Saya lihat bukan hanya alumni SMPN 10, tapi juga melibatkan banyak pihak lain. Ini harus diteruskan,” katanya.
Acara ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Kemerdekaan tak melulu soal lomba tradisional. Melalui baksos yang nyata dirasakan warga, semangat 17 Agustus tampil lebih hidup: merdeka bersama, sehat bersama, dan bahagia bersama. @Man
