Kasuistika Peristiwa

Senin, 13 April 2026 - 14:48 WIB

2 hari yang lalu

logo

Kinerja Camat Sukomanunggal Disorot, Konflik Penertiban Tebang Pilih Berakhir Mediasi

SURABAYA | klikku.id — Polemik di Kecamatan Sukomanunggal sempat memanas setelah muncul sorotan terkait kebijakan penertiban yang dinilai tidak konsisten dan terkesan tebang pilih.

Selain itu, dugaan pernyataan Camat yang dianggap menyinggung marwah organisasi turut memicu reaksi dari berbagai pihak, khususnya Pemuda Pancasila.

Pemuda Pancasila se-Surabaya menilai adanya kejanggalan di lapangan, terutama terkait penertiban pedagang dan aktivitas pasar.

Salah satu yang disorot adalah keberadaan Pasar Asem yang dinilai mengganggu aktivitas pengguna jalan dan berpotensi membahayakan, namun disebut belum tersentuh penertiban.

“Ini yang jadi pertanyaan besar. Pasar yang jelas-jelas mengganggu dibiarkan, tapi yang lain justru dirazia. Ada apa dengan kecamatan?” ujar salah satu pengurus.

Sorotan juga mengarah pada Pasar Simo yang dinilai mendapat perlakuan berbeda. Perbandingan ini memicu dugaan adanya standar ganda dalam penegakan aturan.

Menurut mereka, kebijakan yang tidak konsisten tidak hanya merugikan pedagang kecil, tetapi juga berdampak pada keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan. Di sisi lain, persoalan mendasar seperti banjir dan sampah juga dinilai belum menjadi prioritas utama.

Di tengah situasi tersebut, Kecamatan Sukomanunggal menggelar mediasi yang melibatkan unsur tiga pilar, yakni Pemuda Pancasila, Polrestabes Surabaya, Kodim Surabaya, serta jajaran Polsek di wilayah setempat.

Mediasi ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang berkembang.

Dalam forum tersebut, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Sukomanunggal menyampaikan sejumlah poin, di antaranya:

Camat dinilai kurang luwes dalam menjalankan kebijakan meskipun komunikasi telah dilakukan berulang kali.

Kebijakan penertiban belum diimbangi solusi konkret bagi masyarakat, khususnya pedagang kecil. Persoalan mendesak seperti banjir dan sampah belum menjadi prioritas utama. Adanya dugaan perbedaan perlakuan dalam penegakan aturan.

Ketua PAC Sukomanunggal, Ulum, S.Kom, bersama Sekretaris Moch. Fathul Ulum, S.Kom, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi ini bertujuan untuk mendorong kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada masyarakat.

“Kami berharap melalui mediasi ini ada titik temu. Tujuannya bukan konflik, tapi agar ke depan kebijakan lebih transparan, adil, dan benar-benar memberikan solusi bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

Mediasi berlangsung dalam suasana kondusif dan dialogis, yang turut dihadiri aparat keamanan. Pertemuan ini menjadi momentum mencairnya ketegangan serta membuka komunikasi yang lebih konstruktif antar pihak.

Pemuda Pancasila juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolsek, Danramil, dan Camat Sukomanunggal yang telah memfasilitasi ruang dialog sebagai bagian dari proses demokrasi.

“Ini bentuk komunikasi yang baik. Kami mengapresiasi semua pihak yang telah membuka ruang diskusi sehingga aspirasi bisa tersampaikan,” ujar perwakilan organisasi.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa setiap permasalahan harus diselesaikan melalui komunikasi, koordinasi, dan musyawarah, dengan tetap menjaga marwah masing-masing.

Pemuda Pancasila juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban serta siap bersinergi dengan pemerintah dan aparat.

“Kami siap menjadi bagian dari solusi dan menjaga kondusifitas wilayah,” tegasnya.

Dari hasil mediasi, disepakati sejumlah poin penting:

Mediasi berjalan kondusif dan menghasilkan komunikasi yang lebih terbuka.

Pertemuan difasilitasi pihak kecamatan dan disaksikan aparat sebagai bentuk transparansi.

Semua pihak sepakat mengedepankan solusi bersama untuk kepentingan masyarakat.

Kebijakan ke depan, termasuk penertiban, diharapkan dilakukan secara manusiawi dan berkeadilan.

Ke depan, seluruh pihak, termasuk pemerintah kota, diharapkan mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kebijakan, khususnya yang menyentuh masyarakat kecil.

Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat juga dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan wilayah yang lebih baik.

Meski sebelumnya sempat muncul wacana aksi lanjutan, hasil mediasi yang kondusif membuat situasi lebih terkendali. Namun demikian, Pemuda Pancasila tetap menegaskan akan mengawal hasil pertemuan tersebut.

Langkah lanjutan akan difokuskan pada pemantauan realisasi kebijakan di lapangan, terutama terkait penertiban yang adil serta penanganan persoalan banjir dan sampah.

Mediasi ini diharapkan menjadi titik balik dalam meredam polemik sekaligus memperkuat kolaborasi demi kepentingan masyarakat Sukomanunggal secara luas. Rigi


 

60

Baca Lainnya