Pemerintahan Peristiwa

Senin, 8 September 2025 - 22:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Khofifah Berikan Ganti Rugi ASN Korban Kebakaran Grahadi, Janjikan TPP 50 Persen untuk PPPK Mulai 2026

Surabaya | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun tangan memberikan bantuan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang menjadi korban kericuhan dan kebakaran di Gedung Negara Grahadi, akhir Agustus lalu.

Bantuan berupa uang tunai itu diserahkan langsung saat apel pegawai di halaman Kantor Setdaprov Jatim, Senin (8/9/2025).

Tercatat tiga ASN menerima bantuan. Erwin Sugiarta, staf Biro Administrasi Pimpinan, memperoleh Rp20 juta setelah sepeda motornya dibakar massa tak dikenal saat demonstrasi di depan Grahadi pada Jumat (29/8/2025).

Doni, staf Biro Umum, mendapat Rp10 juta. Sedangkan Wahyu, staf Biro Umum lainnya, menerima Rp5,5 juta, karena kehilangan tabungan yang rencananya dipakai untuk tahlilan 40 hari ibunya.

“Yang terkonfirmasi memang ada kerugian nyata. Motor Pak Erwin hangus. Pak Wahyu kehilangan tabungan untuk 40 harian ibunya. Maka ini kita bantu,” kata Khofifah di hadapan ASN.

Selain menyerahkan ganti rugi, Khofifah juga mengumumkan berakhirnya sistem kerja fleksibel (flexible working arrangement) yang diberlakukan pascademo. Mulai pekan ini, seluruh ASN kembali bekerja penuh waktu sesuai jam tugas masing-masing.

“Hari ini kita memulai kembali kerja full time sesuai dinamika penugasan di unit kerja masing-masing,” tegasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menambahkan, pekerjaan ASN memang memiliki risiko berbeda-beda. Karena itu, Pemprov sedang menghitung ulang beban kerja dan disparitas penerimaan di antaranya.

“Sekda termasuk yang mengalami pengurangan signifikan. Kita hitung semua agar lebih adil,” ungkapnya.

Tidak berhenti di situ, Khofifah juga membawa kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mulai Februari 2026, PPPK akan mendapat tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebesar 50 persen dari kelas jabatan.

“Kenaikan ini berbasis kinerja. Jadi mulai tahun depan, PPPK akan mendapat TPP 50 persen. Ini bentuk apresiasi atas beban kerja mereka selama ini,” terang Khofifah.

Di akhir arahannya, Khofifah berpesan agar seluruh ASN lebih berhati-hati dalam bersikap maupun berucap. Menurutnya, di era digital, setiap perkataan dan tindakan bisa dengan mudah dipantau dan menjadi indikator penilaian.

“Kehati-hatian sekarang harus lebih dijaga. Mulai dari cara bicara, bertindak, sampai berinteraksi. Karena tiba-tiba bisa muncul parameter-parameter baru yang menilai kita,” tandasnya. R3D


 

102

Baca Lainnya