Kesehatan Pemerintahan Pendidikan

Sabtu, 27 September 2025 - 06:29 WIB

7 bulan yang lalu

logo

UNAIR Jadi Role Model Riset Kesehatan, Kemenkes dan WHO-CC Belajar Ekosistem Publikasi

Surabaya | klikku.id – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menunjukkan perannya sebagai motor penggerak inovasi dan publikasi ilmiah di Indonesia.

Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) UNAIR mendapat kunjungan strategis dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama World Health Organization Collaborative Center (WHO-CC).

Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kemenkes, Anna Kurniati SKM MKM PhD, yang juga menjabat sebagai Direktur WHO-CC Poltekkes Indonesia untuk keperawatan dan kebidanan.

Tujuannya mempelajari dari dekat bagaimana UNAIR berhasil membangun ekosistem riset dan publikasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga melahirkan inovasi bernilai paten.

“UNAIR sudah terbukti mampu membangun sistem riset yang berkelanjutan dan berdampak. Itu yang ingin kami lihat dan adopsi sebagai model bagi pendidikan kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Anna dalam kunjungannya, Selasa (26/8).

Ketua LPJPHKI UNAIR, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata memperkuat kualitas riset.

“Kami akan mendampingi 38 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) di bawah Kemenkes untuk bertransformasi, dari hanya mengejar jumlah publikasi menjadi menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang punya dampak global,” terang Ferry, Rabu (24/9).

Langkah itu juga diperluas pada bidang hak kekayaan intelektual (HKI) dan tata kelola jurnal. Dengan 20 jurnal UNAIR yang sudah terindeks internasional bereputasi, UNAIR siap membantu Poltekkes menaikkan level jurnal mereka, dari sekadar terakreditasi nasional menuju pengakuan internasional.

Menurut Ferry, peran UNAIR kini semakin jelas sebagai inkubator talenta SDM kesehatan. “UNAIR tidak hanya memberi dampak akademik, tapi juga sosial. Kami ingin mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih transparan, partisipatif, dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” pungkasnya. R3D


 

95

Baca Lainnya