Surabaya | klikku.id – Kanker payudara masih menjadi penyebab kematian utama perempuan di Indonesia. Apalagi antangan terbesar dalam pengobatan kanker adalah efek samping berat dari terapi konvensional, seperti kemoterapi dan radiasi, yang sering merusak jaringan sehat.
Menjawab persoalan itu, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), menghadirkan terobosan baru dalam pengobatan kanker payudara.
Tim yang diketuai Muhammad Afendi Zainul Ilmi bersama Ahmad Khairuddin, Wenti Prikha Diansa, dan Lungga Karina Meisa Elora Sugiharto tersebut, melakukan penelitian berjudul “Terapi Fotodinamik Nano Core-Shell α-Fe₂O₃@Au dengan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Alternatif Pengobatan Kanker Payudara.”
Dibawah bimbingan Dr. Andika Pramudya Wardana, S.Si., M.Si., metode yang digunakan adalah menggabungkan nano core-shell α-Fe₂O₃@Au sebagai penghantar, dengan ekstrak kulit manggis yang kaya senyawa xanton.
“Zat aktif tersebut dikenal memiliki sifat antikanker. Saat dipaparkan cahaya laser, sistem ini menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang bekerja selektif, menghancurkan sel kanker tanpa merusak jaringan sehat,” ujar Afendi.
Ia menambahkan, teknologi ini jauh lebih minim efek samping dibanding metode konvensional seperti kemoterapi, imunoterapi, radioterapi, dan terapi hormonal.
“Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, terapi fotodinamik nano ini bisa menjadi solusi pengobatan kanker yang efektif sekaligus manusiawi,” ungkapnya.
Inovasi ini juga mengantarkan Tim PKM-RE Unesa meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat Nasional 2025 dari Direktorat Belmawa Kemendiktisaintek.
“Harapannya, penelitian ini bisa membuka jalan bagi hadirnya alternatif pengobatan kanker payudara yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kualitas hidup pasien,” pungkasnya. R3d
