Peristiwa

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 14:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Seorang Santri Hilang Ditemukan Selamat, Korban Mushala Al Khoziny Jadi 104 Orang

Sidoarjo | klikku.id – Kabar baik datang dari lokasi reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya memastikan jumlah korban selamat bertambah menjadi 104 orang, setelah seorang santri yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor Basarnas Surabaya Nanang Sigit menjelaskan, tambahan satu orang selamat ini diketahui setelah wali santri melapor bahwa anaknya berhasil menyelamatkan diri dan sempat mengungsi ke rumah rekannya sesaat setelah bangunan musala ambruk.

“Jumlah total sekarang menjadi 118 orang, dengan rincian 104 selamat dan 14 meninggal dunia,” kata Nanang kepada wartawan di Sidoarjo, Sabtu (4/10).

Nanang menceritakan, santri bernama Ibnu itu sempat dianggap hilang, karena tak memberi kabar ke orang tuanya usai kejadian. Sang ayah bahkan ikut menunggu di lokasi ponpes, menduga anaknya tertimbun reruntuhan.

“Kemarin anaknya datang ke ponpes dan langsung bertemu dengan orang tuanya. Setelah itu kami perbarui datanya,” ujarnya.

Sementara itu, hingga Jumat (3/10) malam pukul 23.00 WIB, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia di sektor A4. Dengan demikian, total korban meninggal meningkat dari 13 menjadi 14 orang.

Nanang menjelaskan, proses pencarian masih difokuskan pada pembukaan akses reruntuhan menggunakan alat berat, namun tetap dilakukan dengan pengawasan ketat agar tidak menimbulkan risiko tambahan terhadap korban yang kemungkinan masih tertimbun.

“Tujuan utama bukan merobohkan seluruh bangunan, tetapi membuka jalur agar evakuasi bisa lebih cepat. Kalau ada tanda-tanda korban, pekerjaan alat berat langsung dihentikan,” tegasnya.

Menurut Nanang, hingga kini tim telah membongkar sekitar 60 persen material bangunan. Ekskavator difungsikan hanya untuk membuka akses, bukan untuk mengangkat korban.

Setiap sektor dilengkapi petugas keselamatan yang memantau kondisi lapangan secara visual untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban.

Berdasarkan laporan sementara dari wali santri, masih ada sekitar 49 orang yang belum diketahui keberadaannya. Namun, Basarnas belum bisa memastikan angka itu akurat.

“Bisa jadi ada santri yang pulang tanpa memberi kabar. Seperti kasus Ibnu kemarin, dikira hilang, ternyata aman di rumah temannya,” jelas Nanang.

Ia menambahkan, operasi pencarian dilakukan sesuai standar operasional selama tujuh hari, dengan opsi perpanjangan apabila masih ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Secara perkiraan, operasi bisa selesai hari ini atau paling lambat besok. Tapi semua tetap bergantung pada kondisi di lapangan,” pungkasnya. In.Joe.nesia


 

112

Baca Lainnya