Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 7 Oktober 2025 - 08:29 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Bantah Jual Emas 11 Ton, Cadangan Emas BI Justru Naik Rp448 Miliar pada Juli

Jakarta | klikku.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan tidak pernah menjual cadangan emas sebesar 11 ton pada Juli 2025 seperti yang ramai diberitakan sejumlah media internasional.

Otoritas moneter memastikan, posisi emas moneter RI justru mengalami kenaikan pada periode tersebut.

“Menanggapi pemberitaan terkait penjualan emas 11 ton oleh BI, kami tegaskan hal itu tidak benar. Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, di Jakarta, Senin (6/10) malam.

Ramdan mengimbau publik agar hanya merujuk pada data resmi yang dipublikasikan Bank Indonesia melalui situsnya, khususnya dalam laporan Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI).

Kabar penjualan emas 11 ton itu sempat mencuat setelah World Gold Council (WGC) merilis laporan bertajuk Central Bank Gold Statistics: Central Bank Gold Buying Rebounds in August pada 3 Oktober 2025.

Dalam laporan tersebut, analis senior WGC Krishan Gopaul menyebut data IMF menunjukkan berkurangnya cadangan emas Indonesia pada Juli.

Namun, data resmi International Reserves and Foreign Currency Liquidity (IRFCL) milik IMF justru menunjukkan hal sebaliknya.

Nilai emas moneter BI naik 28 juta dolar AS, dari 8,320 miliar dolar AS pada Juni menjadi 8,348 miliar dolar AS pada Juli 2025.

IMF sendiri menegaskan bahwa data dalam IRFCL merupakan hasil pelaporan langsung dari otoritas nasional, termasuk Bank Indonesia. Artinya, angka cadangan emas di IMF identik dengan data resmi BI.

Cadangan emas yang tercatat itu mencakup seluruh kepemilikan emas moneter, baik dalam bentuk emas fisik, deposito, maupun instrumen swap jika ada.

Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2025 mencapai 152 miliar dolar AS, terdiri dari:

  • Emas moneter: 8,348 miliar dolar AS
  • Special Drawing Rights (SDRs): 7,550 miliar dolar AS
  • Reserve Position in the Fund (RPF): 1,079 miliar dolar AS
  • Cadangan devisa lainnya: 135,010 miliar dolar AS

Dengan level tersebut, cadangan devisa RI setara 6,3 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Posisi cadangan devisa saat ini cukup untuk menjaga ketahanan eksternal serta stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional,” ujar BI dalam keterangan resminya. @Man


 

113

Baca Lainnya