Surabaya | klikku.id – Warga Kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gunung Anyar, sempat dihebohkan dengan kemunculan semburan berbau gas di aliran sungai setempat, Jumat (17/10).
Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan fenomena tersebut dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan semburan itu mengandung gas metana (CH₄), namun kadarnya masih dalam batas aman.
“Hasil pengukuran dari tim PGN, Dinas ESDM Jawa Timur, dan ITS memastikan tidak ada indikasi berbahaya. Semburan ini tidak mengeluarkan lumpur atau air, hanya gas dalam kadar rendah,” ujar Irvan.
Ia memahami kepanikan warga yang sempat mengira fenomena tersebut mirip dengan peristiwa lumpur Lapindo di Sidoarjo. Namun, Irvan menegaskan kondisi lapangan sepenuhnya terkendali dan terus dipantau oleh tim gabungan.
“Warga kami imbau tetap tenang. Kami akan terus memperbarui hasil pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti fenomena ini,” katanya.
BPBD Surabaya bersama ITS, PGN, dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) akan melanjutkan pemeriksaan lanjutan, termasuk pengecekan di bawah permukaan sungai untuk mengetahui sumber semburan.
“Tim akan melakukan penyelaman guna memastikan kondisi di dasar sungai,” tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah membuat perimeter agar warga tidak mendekat ke lokasi. Selain itu, kamera CCTV milik Pemkot juga diarahkan langsung ke titik semburan untuk pemantauan 24 jam sesuai instruksi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
“Kami pasang perimeter pengamanan dan arahkan CCTV agar setiap perubahan bisa segera terpantau,” ujar Irvan.
Fenomena tersebut kini dalam pengawasan intensif pemerintah dan lembaga terkait. Pemkot menegaskan, jika ditemukan perubahan signifikan atau potensi bahaya, langkah antisipatif akan segera diambil. In.Jo3.nwsia
