BANGKALAN | klikku.id – UPT Puskesmas Sukolilo, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, sukses menggelar kegiatan Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) di Balai Desa Sukolilo Barat, Sabtu (11/07) kemarin.
Kepala UPT Puskesmas Sukolilo, dr. Awang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kegiatan ini kami laksanakan bekerja sama dengan STPI melalui program Skrining Sistematis TB dan CKG dengan menyediakan pemeriksaan foto rontgen dada serta cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang memenuhi kriteria sasaran,” ujar dr. Awang.
Ia menjelaskan, sasaran kegiatan meliputi warga Desa Sukolilo Barat, Ba’engas, Sukolilo Timur, Kesek, dan wilayah sekitarnya. Adapun kelompok prioritas yang menjadi peserta skrining adalah kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus (DM), anak dengan gizi kurang, serta masyarakat yang mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu.
Sebelum pelaksanaan, Puskesmas Sukolilo menargetkan jumlah peserta sebanyak 100 hingga 150 orang. Target tersebut akhirnya berhasil dicapai, bahkan jumlah kehadiran masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi.
“Dari hasil pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta keseluruhan mencapai 143 orang yang mengikuti Paket Cek Kesehatan Gratis (PKG) sekaligus skrining TB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 122 peserta menjalani pemeriksaan foto rontgen sebagai bagian dari upaya deteksi dini Tuberkulosis,” terang dr. Awang kepada klikku.id, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, khususnya untuk mendeteksi TBC sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, kasus TBC dapat ditemukan sedini mungkin sehingga pengobatan bisa segera diberikan sampai sembuh. Dengan demikian, penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat dapat ditekan dan target Indonesia Bebas TBC dapat terus didukung,” pungkasnya.
#Anam KLIKKU.ID
