Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Rabu, 5 November 2025 - 21:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

BI Jatim Luncurkan Buku Strategi Investasi Jawa 2025, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

SURABAYA | klikku.id – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur meluncurkan buku “Strategi Peningkatan Investasi Sektor Manufaktur untuk Mendukung Pertumbuhan Berkelanjutan di Wilayah Jawa”, dalam rangkaian acara Java Regional Economic Forum (JREF) 2025, Selasa (4/11).

Peluncuran yang digelar di Surabaya ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan akademisi dalam menciptakan iklim investasi yang produktif dan hijau.

Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menegaskan, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Jawa dengan kontribusi 27,85 persen terhadap PDRB serta menyerap 34,31 persen tenaga kerja.

“Investasi berkelanjutan adalah kunci menjaga pertumbuhan ekonomi Jawa. Karena itu, BI terus memperkuat promosi dan koordinasi lintas daerah melalui program seperti investment dialogue dan investment forum,” ujarnya.

Dari sisi kebijakan, Tri Yanuarti, Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, menyebut lembaganya tengah fokus mendorong pembiayaan hijau dan investasi produktif.

“BI memainkan peran strategis dengan memperkuat ekosistem investasi melalui informasi kredibel dan komunikasi efektif antara pemerintah, investor, dan pelaku pasar,” katanya.

Sementara itu, Dandi Wirustyastuko dari Kemenko Perekonomian menilai peningkatan investasi harus dibarengi dengan penguatan infrastruktur konektivitas dan efisiensi rantai pasok.

Dari sisi sumber daya manusia, Nila Kumalasari dari Kementerian Perindustrian menambahkan, bahwa program vokasi dan pelatihan berbasis kebutuhan industri mutlak dilakukan.  Agar tenaga kerja kita siap menghadapi transformasi digital.

Peneliti LPEM UI Dr. Riyanto turut memaparkan hasil kajian yang menekankan pentingnya green investment untuk menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi energi, dan memperluas peluang ekspor produk ramah lingkungan.

Diseminasi BI tersebut menghasilkan empat rekomendasi utama: memperkuat koordinasi lintas sektor dan hilirisasi komoditas, mempercepat investasi hijau, meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui digitalisasi manufaktur, serta memperluas akses pembiayaan bagi industri kecil dan menengah.

Dengan strategi tersebut, BI optimistis Jawa akan menjadi episentrum investasi nasional yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. AMan


 

87

Baca Lainnya