Pemerintahan Pendidikan

Kamis, 13 November 2025 - 20:29 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Wali Kota Eri Paparkan Inovasi Pendidikan Surabaya ke Juri Anugerah DPN

SURABAYA | klikku.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan deretan program pendidikan unggulan di hadapan tim juri Anugerah Dwija Praja Nugraha (DPN) 2025, penghargaan bergengsi dari Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Dalam presentasi di Balai Kota, Kamis (13/11), Eri menegaskan komitmen Pemkot Surabaya menjadikan kota ini sebagai kota pendidikan berkelas dunia yang menyeimbangkan aspek akademik, karakter, dan kesejahteraan guru.

“Surabaya kini menjadi bagian dari World Health Organization (WHO) dan satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat sertifikasi Kota Layak Anak (KLA) dari UNICEF. Semua itu tidak lepas dari fondasi pendidikan yang kuat,” ujar Eri.

Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama kota.

“Tanpa SDM yang unggul, semua pembangunan fisik akan sia-sia. Karena itu, kolaborasi antara guru dan tenaga pendidik sangat penting untuk mencetak anak-anak berakhlak dan cinta NKRI,” tegasnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Eri, secara konsisten mengalokasikan 20 persen APBD untuk sektor pendidikan. Tidak hanya bagi siswa, perhatian juga diberikan sejak fase paling awal — mulai dari ibu hamil dan menyusui — untuk memastikan generasi bebas stunting dan memiliki daya pikir optimal.

“Kalau anak sudah stunting, maka cara berpikirnya bisa terganggu. Karena itu, pendidikan di Surabaya dimulai sejak dalam kandungan,” ujarnya.

Kunjungan tim juri turut dihadiri Prof. Masduki, anggota Tim Verifikasi Anugerah DPN, Ketua PGRI Jatim Djoko Adi Walujo, Ketua PGRI Surabaya Agnes Warsiati, Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh, dan jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Prof. Masduki memuji kepemimpinan Eri yang dinilai membawa perubahan besar di bidang pendidikan.

“Pak Wali bukan hanya membangun gedung dan infrastruktur pendidikan, tetapi juga membangun semangat dan kesejahteraan para guru,” ujarnya.

Surabaya pun kini digadang-gadang sebagai model kota pendidikan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Nughie


 

97

Baca Lainnya