MALANG | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya data yang akurat dalam penyusunan keputusan dan program pemerintah daerah.
Menurutnya, tanpa data yang presisi, kebijakan rawan salah sasaran dan tidak efektif.
“Data menjadi fondasi agar apa yang kita lakukan bisa lebih precise, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Khofifah dalam agenda resmi di Kota Malang, Jumat (21/11).
Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim selalu menggunakan data lapangan sebagai rujukan utama. Salah satu contoh adalah penyusunan strategi pemantauan harga sembako menjelang momen Natal dan Tahun Baru.
Ia mengatakan telah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk terus memperbarui data bahan pokok di pasar tradisional maupun modern.
Data itu kemudian dibagikan ke seluruh kepala daerah di 38 kabupaten/kota sebagai dasar penyusunan langkah intervensi pasar bersama Bulog.
“Distribusi seperti beras SPHP, gula, dan Minyakita harus tepat waktu. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga,” tegas Khofifah.
Selain pangan, data juga menjadi dasar pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Melalui pemetaan kasus per wilayah, pemerintah dapat mengambil langkah cepat, termasuk penutupan pasar hewan sementara jika ditemukan sebaran PMK. “Dengan begitu, ternak lain bisa terlindungi,” tambahnya.
Dalam konteks kebencanaan, data hidrometeorologi juga digunakan untuk mitigasi banjir dan longsor. Pemprov disebut telah mengaktifkan sistem monitoring risiko cuaca ekstrem yang terintegrasi dengan BPBD dan BMKG.
Khofifah berharap akurasi data di seluruh lini pemerintahan semakin kuat. “Dengan data yang presisi, kebijakan lebih efektif, masyarakat lebih terlindungi, dan daerah tetap produktif,” pungkasnya. Nughie
