Pendidikan Teknologi IT

Kamis, 27 November 2025 - 14:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Mahasiswa ITS Kembangkan StrokeGuard, Aplikasi Pendeteksi Dini Risiko Strok

SURABAYA | klikku.id – Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan aplikasi StrokeGuard, sebuah inovasi pemantauan tekanan darah yang dirancang untuk mencegah strok berulang pada pasien pascarawat.

Aplikasi ini otomatis memberi peringatan kepada dokter bila tekanan darah pengguna melewati ambang batas.

Ketua tim pengembang, Muhammad Irsyad Yunus, mengatakan ide itu lahir dari tingginya angka strok dan lemahnya pemantauan mandiri di rumah.

“Banyak pasien dan keluarga bingung harus memantau apa setiap hari. Padahal 80 persen strok bisa dicegah jika tanda-tandanya terdeteksi lebih awal,” ujarnya.

Bersama dua rekannya, Alden Bintang Rafazha (Inovasi Digital ITS) dan Nasywa Aulia Rabbani (Kedokteran ITS), Irsyad merancang sistem yang menghubungkan pasien dengan dokter secara langsung.

Setiap data tekanan darah yang diinput pasien diproses menggunakan kecerdasan buatan, lalu dilaporkan ke dokter melalui sistem dashboard khusus.

Dokter bisa memberi rekomendasi tindakan cepat, mulai dari perubahan aktivitas hingga penyesuaian obat. Jika tekanan darah melonjak di luar batas normal, aplikasi otomatis mengirim peringatan ke pasien dan dokter secara bersamaan.

Tak hanya itu, StrokeGuard juga memiliki fitur laporan mingguan, berisi rangkuman perubahan tekanan darah pengguna. Rekapitulasi ini menjadi acuan dokter dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.

Untuk akses, pasien menggunakan aplikasi di ponsel, sedangkan dokter dan perawat masuk melalui website strokeguard.app. Saat ini, aplikasi tersedia dalam mode beta testing untuk Android dan iOS.

Inovasi ini membawa tim ITS meraih Juara II Healthtech AI Challenge 2025, sekaligus membuka pintu kolaborasi dengan RS Siloam. Tahun depan, mereka menargetkan kerja sama dengan sepuluh rumah sakit lain.

Tim juga tengah menyiapkan perangkat Smart Stroke Band, gelang pintar yang dapat memantau tekanan darah dan tanda vital secara otomatis. Perangkat tersebut ditargetkan rilis akhir 2026.

Irsyad berharap inovasi ini memperkuat kontribusi ITS terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin tentang kesehatan, inovasi, dan kemitraan.

“Kami ingin teknologi ini benar-benar membantu pasien mencegah strok sejak dini,” katanya. AMan


 

100

Baca Lainnya