Ekonomi Bisnis Nasional Pemerintahan

Minggu, 30 November 2025 - 09:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Ekonomi RI 2025 Tetap Kokoh, BI Dorong Hilirisasi dan Reformasi untuk Percepatan Pertumbuhan

SURABAYA | klikku.id – Indonesia menutup tahun 2025 dengan kondisi ekonomi yang tetap tangguh di tengah tekanan global.

Ketahanan tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang digelar serentak di Jakarta dan seluruh Kantor Perwakilan BI di daerah, Jumat (28/11) malam.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa kekuatan utama ekonomi Indonesia adalah sinergi nasional yang solid.

“Jangan bergantung pada negara lain. Strategi kita harus kita percayai sendiri. Kerja kolektif bangsa adalah kunci menghadapi situasi global yang tak menentu,” tegasnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan bahwa stabilitas makro tetap terjaga sepanjang 2025. Inflasi terkendali di 1,5–3,5 persen, pertumbuhan ekonomi berada pada rentang 4,7–5,5 persen.

Sementara rupiah, cadangan devisa, dan transaksi berjalan berada di zona aman. “Ini bukti bahwa sinergi fiskal-moneter berjalan efektif menjaga kepercayaan pasar,” ujarnya.

BI juga menegaskan arah transformasi ekonomi yang akan terus diperdalam, meliputi hilirisasi komoditas, diversifikasi sumber pertumbuhan, digitalisasi, hingga reformasi sektor riil dan energi.

Komoditas strategis seperti kelapa, nikel, migas, serta industri berbasis SDA unggulan mendapat perhatian khusus agar memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Namun Perry mengingatkan bahwa risiko eksternal masih besar: kebijakan moneter ketat AS, tren kenaikan utang global, kerentanan sistem keuangan dunia, hingga maraknya stablecoin dan aset kripto yang diterbitkan sektor swasta.

Karena itu, sinergi kebijakan nasional harus diperkuat di lima area: stabilitas makro, akselerasi pertumbuhan, pembiayaan, digitalisasi, serta kerja sama ekonomi internasional.

Di Jawa Timur, Kantor Perwakilan BI Jatim menggelar PTBI 2025 bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga perbankan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim M. Noor Nugroho menyampaikan, perekonomian Jatim tumbuh stabil 5,2 persen (yoy) dan menjadi kontributor terbesar kedua nasional. Tahun 2026, pertumbuhan diproyeksikan tetap di kisaran 4,7–5,5 persen.

Sektor perdagangan menjadi motor utama dengan pertumbuhan 8,2 persen, diikuti industri manufaktur 5,6 persen. Konsumsi rumah tangga yang kuat serta stimulus pemerintah turut menguatkan kinerja ekonomi Jatim.

Hernando R.S. menegaskan posisi strategis Jatim sebagai lumbung pangan nasional sekaligus hub ekonomi kawasan timur Indonesia.

“Konektivitas pelabuhan, bandara, tol, dan kawasan industri menjadikan Jatim ekosistem ekonomi yang makin solid,” ujarnya.

BI Jatim memastikan komitmen memperkuat fundamental ekonomi daerah, melalui peningkatan investasi, kapasitas produksi, ekspor, hingga rantai pasok industri. Guna mendorong percepatan pembangunan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. AMan


 

107

Baca Lainnya