Ekonomi Bisnis Olahraga Peristiwa

Minggu, 30 November 2025 - 11:28 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Gelar Rupiah Java Run 2025, BI Jatim Ajak Warga Makin Cinta, Bangga & Paham Rupiah 

SURABAYA | klikku.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menggelar Rupiah Java Run 2025 di Kawasan Kota Lama Surabaya, Minggu (30/11) pagi.

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta lari tersebut, menjadi ajang edukasi sekaligus kampanye nasional, untuk meningkatkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap rupiah.

Kepala Perwakilan BI Jatim, Ibrahim mengatakan, bahwa Rupiah Java Run 2025 bukan sekadar kegiatan olahraga.

“Tetapi menjadi gerakan bersama untuk memperkuat sinergi antara BI, instansi pemerintah, aparat keamanan, perbankan, hingga masyarakat. Kita ingin bergerak bersama. Sinergi dan kolaborasi adalah kunci agar rupiah semakin kuat, ekonomi semakin sehat,” ujarnya.

Sebanyak 2.000 peserta mengikuti gelaran ini, terdiri dari 500 pelari kategori 10K dan 1500 pelari kategori 5K. Ibrahim menjelaskan, bahwa biaya pendaftaran tidak digunakan untuk keuntungan BI.

“Sebagian besar dana yang pendaftaran, yakni sebesar Rp154 juta. akan dialirkan kembali ke masyarakat melalui BAZNAS,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama. Ia juga memastikan bahwa kebutuhan uang tunai masyarakat menjelang Nataru 2025/2026, serta memasuki Ramadhan 2026 akan tercukupi.

“BI sudah menyiapkan distribusi uang rupiah baru maupun layak edar, melalui jaringan perbankan, termasuk Bank Jatim, serta didukung penuh oleh TNI–Polri untuk kelancaran logistik. Ketersediaan uang akan aman dan terkendali. Kami pastikan masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Meski terus memastikan ketersediaan uang tunai, Ibrahim juga kembali mendorong perluasan penggunaan transaksi digital, terutama melalui QRIS.

“Uang fisik penting, tapi non-tunai harus makin luas. QRIS memudahkan, cepat, aman, dan sudah digunakan di hampir semua sektor,” tuturnya.

Lewat Rupiah Java Run 2025, Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami, bahwa rupiah bukan sekadar alat bayar, melainkan identitas dan simbol kedaulatan negara.

“Kalau kita sehat, ekonomi sehat. Kalau ekonomi sehat, rupiah kuat,” pungkasnya. AMan


 

97

Baca Lainnya