Daerah Pemerintahan Politik

Minggu, 30 November 2025 - 16:56 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Mengenakan kopyah hitam Nur Hakim Komisi 1 DPRD Bangkalan pada momen mengisi materi pada jajaran pengurus Karang Taruna Tunas Muda Desa Kendaban Tanah Merah di Kota Batu Malang. Dok Anam klikku.id Jawa Timur.

Mengenakan kopyah hitam Nur Hakim Komisi 1 DPRD Bangkalan pada momen mengisi materi pada jajaran pengurus Karang Taruna Tunas Muda Desa Kendaban Tanah Merah di Kota Batu Malang. Dok Anam klikku.id Jawa Timur.

Nur Hakim DPRD Bangkalan dan Spirit “Anti Wacana” untuk Kebangkitan Pemuda Desa Kendaban Tanah Merah

Malang | klikku.id — Sosok Nur Hakim, unsur pimpinan Komisi I DPRD Bangkalan, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) desa melalui keterlibatannya sebagai pemateri dalam kegiatan pelatihan Karang Taruna “Tunas Muda” Desa Kendaban.

Kehadirannya bukan sekadar mengisi ruang materi, tetapi memberi warna tersendiri tentang bagaimana peran seorang legislator seharusnya hadir di tengah masyarakat mendengar, mengarahkan, sekaligus menggerakkan.

Dengan mengangkat tema “Organisasi Anti Wacana dari Rapat ke Aksi Nyata”, Nur Hakim menjadikan pelatihan ini sebagai ruang refleksi sekaligus motivasi bagi generasi muda. Ia menilai, salah satu tantangan besar organisasi kepemudaan adalah berhenti pada gagasan tanpa keberanian untuk mengeksekusi.

Karena itu, ia mendorong Karang Taruna Tunas Muda Desa Kendaban agar menjadikan setiap rencana kerja bermuara pada aksi konkret yang memberi dampak langsung bagi desa.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan teman-teman Karang Taruna Tunas Muda Desa Kendaban. Ini merupakan awal dari sebuah proses dan perubahan agar desa bisa lebih baik lagi. Sekarang kami menunggu aksi dan bukti nyatanya,” ungkap Nur Hakim.

Sebagai figur legislatif, Nur Hakim memaknai pembinaan kepemudaan bukan hanya sebagai agenda seremonial, melainkan bentuk investasi sosial untuk masa depan desa.

Menurutnya, transformasi organisasi pemuda penting untuk menandai lahirnya semangat baru, komitmen baru, serta harapan baru bagi generasi muda desa.

Ia optimistis kehadiran Karang Taruna Tunas Muda akan menjadi kekuatan positif dalam membangun kreativitas, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong pemberdayaan pemuda berbasis potensi lokal.

“Pemuda adalah pilar masa depan. Dengan energi, ide, dan inovasi yang kalian miliki, saya yakin Tunas Muda dapat berperan aktif mendukung kemajuan desa, memperkuat persatuan, serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Tidak berhenti pada motivasi, Nur Hakim juga mengajak terbangunnya sinergitas antara Karang Taruna dan anggota legislatif. Ia menegaskan, DPRD memiliki fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan yang dapat dikolaborasikan dengan gerakan kepemudaan di desa, khususnya dalam mengawal program pemberdayaan serta membuka akses pelatihan, pendampingan, hingga jejaring kemitraan lintas sektor.

“Saya akan selalu mendukung setiap upaya positif generasi muda, khususnya Karang Taruna Tunas Muda, untuk menciptakan lingkungan yang produktif, berdaya dan berkarakter,” lanjut Nur Hakim.

Dalam perspektif ketokohan, Nur Hakim tampil sebagai figur legislatif yang menempatkan diri tidak berjarak dengan masyarakat. Ia hadir langsung mendampingi pemuda di tingkat desa, menguatkan mental gerak, serta membuka ruang kolaborasi agar semangat perubahan tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan menjelma menjadi kerja nyata.

Pelatihan Karang Taruna Tunas Muda Kendaban pun menjadi bukti bahwa peran seorang wakil rakyat bukan hanya menyuarakan aspirasi di ruang sidang, tetapi juga turun menggugah generasi muda agar berani melangkah  dari wacana menuju tindakan nyata untuk kemajuan desa.


(Anam)

162

Baca Lainnya