GRESIK | klikku.id — Akses layanan kesehatan dasar di Kabupaten Gresik makin diperkuat.
Delapan puskesmas resmi naik kelas menjadi fasilitas rawat inap, bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Selasa (2/11/2025). Peresmian dilakukan Wakil Bupati Gresik, dr Asluchul Alif.
Delapan puskesmas yang kini melayani rawat inap adalah Menganti, Dapet, Sangkapura, Manyar, Slempit, Sekapuk, Kepatihan, dan Karangandong.
Dengan tambahan ini, tercatat sudah 8 dari 32 puskesmas yang memiliki layanan rawat inap, sementara tiga puskesmas lain menyusul setelah kendala lahan dan sertifikasi selesai.
Menurut Wabup Alif, keberadaan rawat inap di puskesmas menjadi krusial. Fasilitas itu diharapkan mampu menangani 144 jenis diagnosa dasar sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit.
“Kasus vertigo, diare, diabetes, hingga hipertensi kadang membutuhkan penanganan cepat. Dengan rawat inap, pasien bisa tertangani lebih awal di puskesmas,” ujarnya.
Tema HKN tahun ini, Generasi Sehat, Masa Depan Hebat, tercermin dari berbagai capaian Dinas Kesehatan Gresik sepanjang 2025. Melalui program Gresik Cepat, lebih dari 244 ribu warga telah mendapat layanan cek kesehatan gratis.
Untuk penanganan TBC, dari 23.454 terduga, ditemukan 2.935 pasien positif yang kini ditangani.
Kepala Dinkes Gresik, dr Mukhibatul Khusnah, menyebut seluruh 32 puskesmas mulai menerapkan integrasi layanan primer, termasuk integrasi di 1.512 posyandu. Delapan puskesmas rawat inap juga telah memperoleh akreditasi.
Tahun 2026 ditargetkan seluruh puskesmas di Gresik menjadi rawat inap. Pada saat yang sama, RSUD Gresik Sehati dan RSUD Ibnu Sina ikut memperkuat layanan rujukan dan mengejar standar akreditasi IMD.
Dinkes juga memperluas sarana kesehatan, mulai renovasi poskesdes, tambahan ambulans, peningkatan alat medis, hingga penambahan dokter spesialis. Pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (UHC) tercatat sudah 100 persen hingga November 2025. R3d
