Kesehatan Pendidikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:38 WIB

3 jam yang lalu

logo

Dokter Unusa Diminta Melek AI, Tapi Tetap Jaga Nurani

SURABAYA | klikku.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin masuk ke dunia kedokteran. Namun, kemajuan teknologi tidak boleh membuat dokter kehilangan empati dan sentuhan kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Tri Yogi Yuwono, saat melantik dan mengambil sumpah dokter baru Fakultas Kedokteran Unusa, Kamis (13/8/2026).

Tri Yogi meminta para dokter baru memandang profesi kedokteran sebagai panggilan kemanusiaan. Bukan sekadar pekerjaan untuk mengejar materi.

“Profesi dokter harus kalian dudukkan sebagai sebuah panggilan kemanusiaan, bukan alat mengejar materi semata,” tegasnya.

Menurutnya, sumpah dokter bukan sekadar seremoni. Sumpah tersebut merupakan janji moral yang harus dijaga sepanjang menjalankan profesi.

Ia juga menitipkan enam karakter kepada dokter lulusan Unusa. Yakni integritas, adab, sopan santun, empati, solidaritas, dan menghormati sesama.

“Pasien adalah amanah kudus, bukan beban,” ujarnya.

Ia menilai karakter tersebut semakin penting di tengah perubahan pola komunikasi akibat teknologi digital. Kasus pasien yang menyampaikan keluhan pelayanan kesehatan melalui media sosial, salah satunya, harus menjadi pembelajaran bagi tenaga kesehatan untuk tetap menjaga empati dan etika.

Di sisi lain, dokter baru diminta tidak gagap teknologi. AI, telemedicine, genomik, big data, dan berbagai teknologi kesehatan, akan semakin menentukan masa depan pelayanan medis.

“Teknologi medis akan terus berubah. Namun, esensi kemanusiaan seorang dokter tidak akan pernah bisa digantikan teknologi secanggih apa pun,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta dokter baru terus belajar sepanjang hayat. Kompetensi klinis harus terus diperbarui mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi.

Para dokter yang akan menjalani internship dan mengabdi di berbagai daerah, juga diminta menjaga nama baik almamater.

“Jaga nama baik Unusa. Kibarkan bendera Unusa melalui prestasi, dedikasi, dan akhlakul karimah. Saya juga berharap agar para dokter baru mampu memadukan kecakapan teknologi dengan integritas dan empati, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. AM@n


 

15

Baca Lainnya