PATI | klikku.id – Curah hujan ekstrem yang memicu banjir, longsor, dan angin puting beliung di hampir seluruh wilayah Kabupaten Pati langsung direspons PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa Cabang Tanjung Emas. Senin (19/1), Pelindo menyalurkan bantuan tanggap darurat ke Kantor BPBD Kabupaten Pati.
Bencana hidrometeorologi itu membuat seluruh kecamatan terdampak dengan tingkat keparahan berbeda. Pemerintah Kabupaten Pati bahkan menetapkan status tanggap darurat melalui keputusan bupati.
Genangan luas, longsoran tanah, serta kerusakan rumah dan fasilitas umum memaksa ribuan warga bertahan di pengungsian.
Sebagai bentuk kepedulian, Pelindo menyerahkan bantuan logistik senilai Rp 20 juta. Isinya berupa 22 zak beras @25 kilogram, 20 karton minyak goreng, dan 40 karton mi instan. Bantuan tersebut difokuskan untuk menunjang kebutuhan dasar warga serta operasional dapur umum.
Bantuan diserahkan langsung General Manager Tanjung Emas Semarang S. Joko bersama tim TJSL Pelindo, dan diterima Kepala BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya.
Saat ini BPBD Pati mengoperasikan sembilan dapur umum yang tersebar di sejumlah titik terdampak. Empat dapur umum berada di Kecamatan Pati, masing-masing di Desa Sidokerto, Kelurahan Kalidoro, Desa Gritan, dan Desa Mustokoharjo. Sisanya ada di Kecamatan Juwana, Tayu, Dukuhseti, serta dua dapur di Kecamatan Sukolilo.
Pengungsi sendiri terpusat di Desa Mustokoharjo dan Kelurahan Kalidoro (Kecamatan Pati), Desa Doropayung dan Desa Bumirejo (Kecamatan Juwana).
Seluruh alur penerimaan dan distribusi bantuan dipusatkan di Kantor BPBD agar penyaluran lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
“Pelindo berkomitmen hadir dan bergerak cepat saat masyarakat membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga dan mendukung dapur umum selama masa darurat,” ujar S. Joko.
Kepala BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, mengapresiasi dukungan tersebut. “Bantuan ini sangat dibutuhkan dan segera kami distribusikan sesuai prioritas di lapangan,” katanya.
Pelindo menegaskan akan terus bersinergi dengan pemda dan BPBD, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga pada fase pemulihan pascabencana. AMan
