SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meluncurkan inovasi digital berbasis kecerdasan buatan bertajuk Mechanic Smart Assistant (MSA) untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi perawatan alat bongkar muat.
Aplikasi ini menjadi “asisten digital” bagi mekanik dalam mendiagnosis gangguan pada Rubber Tyred Gantry (RTG), Container Crane (CC), dan Mechanical Equipment (ME).
Peluncuran MSA dilakukan dalam ajang Expo Inovasi SPTP di Pelindo Place, Surabaya, Jumat (24/1). Inovasi TPS ini berhasil masuk enam besar terbaik dari 30 nominasi di lingkungan Subholding Pelindo Terminal Petikemas.
Selama ini, mekanik membutuhkan waktu hingga satu jam hanya untuk menelusuri arti fault code dari buku manual atau database terpisah.
Kondisi itu menyebabkan inefisiensi operasional dan berpotensi menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah per tahun akibat downtime alat.
Dengan MSA, proses diagnosis kini bisa dilakukan kurang dari dua menit melalui ponsel atau komputer. Platform ini menggunakan teknologi AI berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) sehingga mekanik bisa langsung memperoleh solusi teknis yang terstandar dan akurat.
“Mekanik sering kerepotan mencari arti kode gangguan. Sekarang tinggal ketik, jawabannya langsung keluar,” ujar Sukarsono, Leader Shift Group D RTG TPS.
MSA juga memangkas waktu belajar mekanik baru. Jika sebelumnya butuh lebih dari enam bulan untuk menguasai sistem perawatan alat, kini bisa dipercepat menjadi kurang dari tiga bulan.
Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Adhi Kresna Novianto, menegaskan bahwa MSA merupakan bagian penting dari transformasi digital TPS.
“MSA membuat perawatan alat jauh lebih cepat, konsisten, dan berbasis data. Ini bukan sekadar aplikasi, tapi perubahan cara kerja mekanik di era digital,” ujarnya.
Ke depan, TPS menyiapkan pengembangan MSA secara bertahap hingga bisa diterapkan di seluruh unit Pelindo Group, bahkan dikomersialkan.
Inovasi ini diharapkan menjadi model baru dalam perawatan alat pelabuhan yang lebih efisien, aman, dan berdaya saing tinggi. AMan
