Ekonomi Bisnis Nasional Pemerintahan

Senin, 2 Februari 2026 - 09:28 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Percepat Reformasi Pasar Modal, OJK Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor

JAKARTA | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tancap gas mempercepat reformasi pasar modal. Targetnya jelas: likuiditas makin kuat, tata kelola makin bersih, dan kepercayaan investor terus terjaga. OJK menyiapkan delapan langkah besar yang akan mengubah wajah bursa Indonesia agar sejajar dengan standar global.

Plt Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, reformasi ini bersifat menyeluruh dan berani. “Kami bersama BEI, KPEI, dan KSEI berkomitmen melakukan reformasi besar sesuai best practices dan ekspektasi global index provider,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2).

Delapan rencana aksi itu dibagi dalam empat klaster. Pertama, kebijakan free float. OJK akan menaikkan batas minimum saham publik emiten menjadi 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen. Untuk IPO baru, aturan ini langsung berlaku. Emiten lama diberi masa transisi.

Langkah ini diyakini membuat saham lebih likuid dan menarik investor institusi. Pemerintah juga mendukung lewat penguatan peran investor domestik serta perluasan basis investor asing.

Klaster kedua adalah transparansi. OJK akan memperketat keterbukaan soal ultimate beneficial owner (UBO) dan afiliasi pemegang saham. Tujuannya agar struktur kepemilikan lebih jelas dan pasar makin kredibel.

Klaster ketiga menyasar tata kelola dan penegakan hukum. OJK mendorong demutualisasi BEI, memperkuat sanksi atas manipulasi saham dan informasi menyesatkan, serta mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit emiten.

Klaster keempat soal sinergi. OJK akan memperdalam pasar lewat kolaborasi dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan stakeholder lain agar pasar modal makin kuat sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menegaskan, kunci dari semua ini adalah kepercayaan investor. “Kami akan terus hadir menjaga integritas pasar dan melindungi investor,” tegasnya.

Plt Dirut BEI Jeffrey Hendrik menyatakan siap meningkatkan keterbukaan sesuai permintaan MSCI. “Kami akan perkuat disclosure agar bobot Indonesia di indeks global meningkat,” ujarnya.

Reformasi ini diharapkan membuat pasar modal Indonesia tak hanya besar secara kapitalisasi, tapi juga kuat secara kualitas. AMan


 

124

Baca Lainnya