BANGKALAN | klikku.id – Menjelang pengumuman kelulusan siswa SMA dan SMK, Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bangkalan masih menunggu arahan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait mekanisme pelaksanaan, termasuk kemungkinan adanya kegiatan seremonial wisuda.
Hal itu disampaikan oleh Moh. Fauzi, M. Pd Kasi PMA (Pendidikan Menengah Atas) dan PK PLK Cabang Dinas Bangkalan Provinsi Jawa Timur yang menegaskan bahwa seluruh kebijakan akan mengikuti petunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Untuk saat ini kami masih menunggu nota dinas dari provinsi. Semua cabang dinas di Jawa Timur posisinya sama, mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan Provinsi,” ujarnya.
Menanggapi isu iuran yang kerap muncul saat momentum kelulusan, Fauzi menegaskan bahwa ijazah merupakan hak siswa yang harus diberikan tanpa syarat dan tanpa biaya tambahan. “Yang jelas, ijazah itu harus diberikan kepada siswa tanpa ada pungutan apa pun,” tegasnya.
Namun terkait kemungkinan adanya iuran untuk kegiatan seremonial seperti wisuda, pihaknya belum dapat memastikan karena masih menunggu kebijakan resmi dari provinsi.
Kelulusan 4 Mei, Siswa Dilarang Konvoi dan Coret-coret
Untuk jadwal kelulusan, Fauzi menyebutkan bahwa khusus SMA mengacu pada regulasi tahun sebelumnya, yakni diumumkan pada Senin pertama bulan Mei. “Insya Allah kelulusan SMA jatuh pada tanggal 4 Mei,” jelasnya.
Lebih lanjut, Cabang Dinas juga mengimbau seluruh kepala sekolah agar mengarahkan siswa merayakan kelulusan dengan cara yang positif dan tidak berlebihan. Tradisi konvoi kendaraan dan aksi coret-coret seragam kembali dilarang.
Sebagai alternatif, siswa didorong untuk melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti doa bersama, kegiatan sosial, hingga menyumbangkan seragam kepada adik kelas. “Gunakan momen kelulusan untuk kegiatan yang bermanfaat, bukan euforia berlebihan,” imbuh Fauzi.
Untuk memastikan kelulusan berjalan kondusif, pihak Cabang Dinas juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban saat pengumuman kelulusan.
Langkah ini dilakukan agar perayaan kelulusan tidak berubah menjadi aktivitas yang merugikan, baik bagi siswa sendiri maupun masyarakat.
Menutup keterangannya, Fauzi berharap seluruh rangkaian kelulusan tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa insiden. “Mudah-mudahan kelulusan tahun ini berjalan lancar, aman, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
#Anam
