Ekonomi Bisnis Nasional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:38 WIB

2 hari yang lalu

logo

Ekspor-Impor Menguat, Arus Peti Kemas Tembus 6,4 Juta TEUs

JAKARTA | klikku.id – Aktivitas perdagangan dan logistik Indonesia menunjukkan tren positif pada awal 2026.

Hingga April, arus peti kemas yang dilayani PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencapai 6,42 juta TEUs, naik sekitar 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 5,99 juta TEUs.

Kenaikan tersebut terutama ditopang pertumbuhan arus peti kemas internasional yang melesat hingga 11 persen. Ekspor tercatat tumbuh 10 persen, sedangkan impor meningkat 12 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik juga tetap tumbuh sekitar 4 persen.

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar mengatakan peningkatan throughput peti kemas menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi nasional masih bergerak kuat di tengah ketidakpastian global.

“Pertumbuhan terjadi baik pada segmen internasional maupun domestik. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan dan distribusi barang tetap berjalan positif,” ujarnya.

Menurut dia, peningkatan ekspor dan impor mencerminkan ketahanan perdagangan Indonesia di tengah gejolak ekonomi dunia. Struktur perdagangan yang didominasi kawasan Asia, khususnya Tiongkok dan ASEAN, turut menjadi faktor penopang stabilitas arus barang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas mengalami pertumbuhan positif, di antaranya produk kimia, mesin dan peralatan mekanis, perlengkapan elektrik, serta minyak dan lemak nabati.

Di sisi lain, impor barang modal juga meningkat signifikan. Kenaikan impor mesin, perlengkapan industri, instrumen optik, dan bahan kimia menunjukkan aktivitas investasi serta ekspansi kapasitas produksi masih berlangsung.

Pertumbuhan arus peti kemas terjadi di sejumlah pelabuhan utama seperti Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya.

Pada sektor domestik, peningkatan distribusi barang ke Indonesia Timur juga menjadi sinyal positif pemerataan aktivitas ekonomi nasional.

Pelabuhan Tanjung Priok mencatat pertumbuhan domestik sekitar 8 persen, sementara Tanjung Perak tumbuh sekitar 2 persen.

Adapun Pelabuhan Makassar meningkat sekitar 7 persen seiring naiknya distribusi komoditas pertanian dan kebutuhan pokok.

Pelindo menilai tren tersebut memperkuat pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan, digitalisasi layanan, serta penguatan konektivitas logistik nasional guna mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, investasi, dan hilirisasi industri di berbagai daerah. AM@n


 

26

Baca Lainnya