Daerah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:29 WIB

1 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok foto gambar ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Sebanyak 3 dari 7 Dapur SPPG di Tanah Merah Bangkalan yang Beroperasi diketahui Sudah Kantongi SLHS

BANGKALAN | klikku.id — Seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di wilayah kerja Puskesmas Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, dipastikan telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kepala Puskesmas Tanah Merah, Ida Bagus Hanafi, S.Kep, mengatakan saat ini terdapat tujuh dapur SPPG di wilayah Kecamatan Tanah Merah. Namun, satu dapur yang berada di Desa Petrah masih belum beroperasi, sementara SPPG Tanah Merah Dajah untuk sementara menghentikan operasional karena tenaga gizinya telah mengundurkan diri.

“Di wilayah kami ada tujuh SPPG. Yang di Petrah masih belum operasional, sedangkan yang di Tanah Merah Dajah sementara berhenti beroperasi karena tenaga gizinya keluar. Untuk yang sudah beroperasi semuanya sudah memiliki SLHS,” ujar Hanafi, Sabtu (30/05).

Pihak Puskesmas Tanah Merah juga telah melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap tiga dapur SPPG, yakni SPPG Bangkalan Pangeleyan pada 25 Mei 2026, serta SPPG Bangkalan Tanah Merah Dajah 2 dan SPPG Bangkalan Mrecah pada 26 Mei 2026.

Monev dilakukan untuk memastikan seluruh operasional dapur mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan, sanitasi dan higiene, sekaligus memverifikasi kesesuaian nilai gizi, gramasi serta komposisi menu bagi penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berdasarkan hasil inspeksi, kondisi sanitasi lingkungan dan kebersihan fasilitas dapur secara umum dinilai baik. Namun demikian, petugas menemukan sejumlah aspek yang masih perlu mendapatkan perhatian dan perbaikan dari pengelola dapur.

Pada SPPG Bangkalan Pangeleyan, proses penerimaan, penyimpanan, pengolahan hingga distribusi bahan pangan telah berjalan baik. Meski demikian, petugas merekomendasikan penambahan pendingin ruangan (AC) di gudang penyimpanan bahan kering serta peningkatan ventilasi atau pemasangan exhaust fan pada ruang produksi guna memperbaiki sirkulasi udara.

Sementara itu, pada SPPG Bangkalan Tanah Merah Dajah 2 ditemukan jalur penerimaan bahan baku yang masih menyatu dengan akses keluar-masuk karyawan. Selain itu, tempat penyimpanan khusus bahan kimia seperti cairan pembersih belum tersedia dan lantai dapur dinilai perlu dilengkapi sistem anti-slip untuk mencegah risiko kecelakaan kerja akibat terpeleset.

Adapun pada SPPG Bangkalan Mrecah, petugas merekomendasikan penambahan AC pada gudang penyimpanan kering, pemisahan tempat sampah basah dan kering, penambahan ventilasi serta exhaust fan di ruang produksi, hingga perbaikan alat pembasmi serangga (insect killer) yang sudah tidak berfungsi.

Dari aspek pemenuhan gizi, petugas juga menemukan beberapa catatan. Di antaranya masih digunakannya bumbu instan dan penyedap rasa pada sejumlah dapur. Selain itu, beberapa SPPG belum memiliki siklus menu yang terstruktur karena masih menyesuaikan permintaan penerima manfaat.

Meski demikian, seluruh dapur yang dimonitor telah memiliki administrasi dan pelaporan yang baik. Buku harian penerimaan bahan baku serta distribusi makanan telah tersedia dan diisi secara lengkap oleh penanggung jawab gizi masing-masing dapur.

Hanafi menegaskan bahwa temuan-temuan tersebut tidak mengurangi status kelayakan sanitasi dapur yang telah mengantongi SLHS. Namun, seluruh pengelola SPPG tetap diminta menindaklanjuti rekomendasi perbaikan yang telah disampaikan tim monev sesuai target waktu yang ditentukan.

“Secara keseluruhan operasional SPPG telah berjalan dengan baik. Memang masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki setelah dapur beroperasi, sehingga pemantauan berkala akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal,” pungkasnya.

#Anam

39

Baca Lainnya