Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:38 WIB

1 hari yang lalu

logo

BPS Catat; Mei 2026 Jatim Unflasi 3,49 Persen Year on Year

SURABAYA | klikku.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di Jawa Timur pada Mei 2026 sebesar 3,49 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1,22 persen.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menegaskan bahwa inflasi terjadi seiring kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat sebesar 111,83, naik dibandingkan Mei 2025 yang hanya sebesar 108,06.

“Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,49 persen. Sementara inflasi bulanan atau month to month sebesar 0,28 persen dan inflasi tahun kalender atau year to date sebesar 1,43 persen,” ujar Herum di kantor BPS Jawa Timur, Selasa (02/06/2026).

Ia menyampaikan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 5,67 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat 10,65 persen serta kelompok transportasi yang naik 3,30 persen.

Sementara komoditas tercatat menjadi pendorong utama inflasi tahunan di Jawa Timur. Di antaranya emas perhiasan, angkutan udara, cabai rawit, beras, daging ayam ras, minyak goreng, daging sapi, cabai merah, hingga rokok kretek mesin.

Meningkatnya harga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Sementara pada kelompok pangan, lonjakan harga cabai rawit, beras, daging ayam ras, dan minyak goreng memberi kontribusi signifikan terhadap kenaikan inflasi.

Sedangkan disektor transportasi, tarif angkutan udara menjadi komoditas dengan andil terbesar. Kenaikan harga tiket pesawat turut mendorong inflasi kelompok transportasi yang mencapai 3,30 persen secara tahunan.

Inflasi Mei 2026 secara bulanan dipengaruhi kenaikan harga minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, cabai merah, beras, serta tarif angkutan udara.

Sebaliknya, beberapa komoditas seperti emas perhiasan, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, ikan mujair, dan jeruk menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga.

BPS juga mencatat seluruh 11 daerah penghitungan IHK di Jawa Timur mengalami inflasi tahunan pada Mei 2026. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 5,12 persen dengan IHK 116,18.

Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Tulungagung sebesar 2,84 persen dengan IHK 112,29. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, inflasi Jawa Timur pada Mei 2026 menunjukkan tren yang lebih tinggi. Pada Mei 2024 inflasi tahunan tercatat sebesar 2,83 persen, sedangkan pada Mei 2025 sebesar 1,22 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas pangan, transportasi, dan kebutuhan masyarakat lainnya sepanjang awal 2026.

Meski demikian, tingkat inflasi Jawa Timur masih berada dalam rentang yang relatif terkendali dan terus dipantau oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan. Ryo


 

21

Baca Lainnya