Internasional Pendidikan

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:38 WIB

8 jam yang lalu

logo

Wakil Rektor UNAIR Ungkap Kunci Kampus Jadi Motor Pembangunan Berkelanjutan

SURABAYA | klikku.id – Universitas Airlangga (UNAIR) membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada ajang Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026.

Dalam forum internasional yang berlangsung Selasa (23/6), Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development (RICD) UNAIR Prof. Muhammad Miftahussurur menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menjawab berbagai tantangan global melalui pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, UNAIR telah mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke berbagai aspek akademik dan tata kelola kampus. Implementasi tersebut dimulai dari kurikulum pembelajaran, program orientasi mahasiswa baru, hingga berbagai kegiatan yang mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan berkelanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga dilibatkan langsung dalam upaya memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Belajar Bersama Komunitas (BBK). Melalui program tersebut, sekitar 3.000 mahasiswa diterjunkan setiap periode ke berbagai daerah di Jawa Timur untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Selain BBK, UNAIR juga mengembangkan sejumlah inisiatif berkelanjutan seperti UNAIR Sustain Action, Mangrove Festival, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga, hingga Brantas River Sustainability Initiative yang berfokus pada aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Di tingkat institusi, SDGs juga menjadi bagian dari rencana strategis kampus. Untuk memperkuat implementasinya, UNAIR memiliki SDGs Center yang bertugas mengoordinasikan berbagai program lintas fakultas dan unit kerja.

Kampus juga menerbitkan Sustainability Report setiap tahun sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola berkelanjutan.

Prof. Miftah menjelaskan, pendekatan yang dilakukan UNAIR tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak.

Hingga kini, UNAIR tercatat mendukung 42 institusi publik dan membina 353 desa di berbagai wilayah melalui berbagai program pemberdayaan.

Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor utama dalam menciptakan dampak pembangunan yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun global.

“Pembangunan berkelanjutan tidak bisa diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan sinergi antara pengetahuan, inovasi, kemitraan, dan keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tegasnya. AM@n


 

11

Baca Lainnya