SURABAYA | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus menunjukkan perkembangan di bidang riset dan inovasi.
Memasuki usia ke-13 tahun, kampus ini berhasil mengoleksi delapan paten yang sebagian besar berfokus pada bidang kesehatan dan teknologi terapan.
Paten terbaru diperoleh melalui inovasi Sistem Insinerator Pembakar Sampah Ramah Lingkungan Tanpa Asap, yang resmi mendapatkan sertifikat paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI pada Senin (29/6/2026). Paten tersebut menjadi koleksi kedelapan yang dimiliki Unusa.
Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan capaian tersebut menjadi indikator tumbuhnya budaya riset dan inovasi di lingkungan kampus.
Menurutnya, keberhasilan memperoleh delapan paten di usia perguruan tinggi yang relatif muda menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan dosen dan peneliti mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pertumbuhan Unusa tidak hanya terlihat dari jumlah mahasiswa, program studi, maupun akreditasi, tetapi juga dari lahirnya berbagai inovasi yang mendapatkan pengakuan dalam bentuk paten,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa paten bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil riset tersebut dapat dihilirisasikan sehingga memberi manfaat bagi dunia industri, pemerintah, dan masyarakat.
Kepala Subdirektorat Riset, Inovasi, dan Kekayaan Intelektual Unusa, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, menjelaskan seluruh paten yang telah diperoleh saat ini tengah dipersiapkan memasuki tahap hilirisasi melalui Transfer Technology Office (TTO).
“Target kami bukan hanya memperoleh paten, tetapi memastikan inovasi tersebut dapat diadopsi dan dimanfaatkan secara luas,” katanya.
Untuk mendukung proses tersebut, Unusa menyediakan pendanaan pengembangan produk dan insentif bagi para inventor.
Langkah itu diharapkan dapat mempercepat komersialisasi hasil riset sekaligus memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan kampus.
Selain insinerator tanpa asap, sejumlah paten lain yang dimiliki Unusa meliputi selimut elektrik pencegah hipotermia di ruang operasi, sendok khusus lansia penderita tremor, alat pemantau kondisi jantung berbasis nirkabel, hingga berbagai formulasi herbal dan perawatan kesehatan.
Dalam waktu dekat, Unusa berencana memperkenalkan seluruh portofolio patennya kepada publik sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan serta berdampak nyata bagi masyarakat. AM@n
