Kesehatan Pemerintahan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:48 WIB

5 jam yang lalu

logo

JKN Makin Kuat, Layani 725 Juta Kunjungan dan Topang SDM Indonesia

JAKARTA | klikku.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perannya sebagai tulang punggung perlindungan kesehatan masyarakat Indonesia.

Hingga akhir 2025, jumlah peserta JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan atau rata-rata 1,9 juta layanan setiap hari.

“JKN bukan hanya menjamin pembiayaan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujar Prihati dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025, Kamis (2/7/2026).

Untuk meningkatkan kemudahan layanan, BPJS Kesehatan terus memperkuat transformasi digital melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA berbasis WhatsApp, serta Care Center 165.

Saat ini, BPJS Kesehatan didukung 23.770 fasilitas kesehatan tingkat pertama, 3.194 rumah sakit rujukan, dan 6.190 fasilitas kesehatan penunjang di seluruh Indonesia.

Dari sisi keuangan, kondisi Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan juga dinilai sehat. Hingga Desember 2025, aset bersih DJS Kesehatan mencapai Rp30,04 triliun dengan hasil investasi sebesar Rp3,94 triliun.

BPJS Kesehatan juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.

Tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, Program JKN juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan kajian LPEM FEB UI, JKN berkontribusi hingga Rp129 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja.

Selain itu, program ini disebut berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan serta melindungi 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan.

Meski demikian, BPJS Kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan program di tengah meningkatnya biaya pelayanan kesehatan yang sepanjang 2025 mencapai Rp191,3 triliun.

Karena itu, upaya promotif dan preventif terus diperkuat agar masyarakat semakin sehat dan pembiayaan JKN tetap berkelanjutan. AM@n


 

15

Baca Lainnya