Daerah Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:09 WIB

2 jam yang lalu

logo

Dok Gambar foto KLIKKU.ID

Dok Gambar foto KLIKKU.ID

Pastikan Setiap Anak Indonesia Tumbuh dalam Perlindungan dan Kasih Sayang

BANGKALAN | klikku.id – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) setiap 23 Juli tidak semestinya dipahami sebagai agenda seremonial belaka. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa anak merupakan aset paling berharga yang menentukan masa depan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Syaiful Anam, S.Pd, Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, yang menilai peringatan Hari Anak Nasional memiliki makna strategis dalam membangun kesadaran bersama terhadap pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

Menurut Anam, dipilihnya tanggal 23 Juli berangkat dari disahkannya Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, yang menjadi tonggak komitmen negara dalam menjamin setiap anak memperoleh hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, mendapatkan pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta kesempatan berpartisipasi sesuai usia dan tahap perkembangannya.

“Anak bukan hanya penerus keluarga, tetapi juga penerus bangsa. Karena itu, memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, melainkan juga keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan media,” ujar Syaiful Anam.

Ia menegaskan, tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks. Selain kekerasan fisik dan psikis, anak juga menghadapi ancaman perundungan, eksploitasi, penyalahgunaan teknologi digital, hingga pengaruh negatif media sosial. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius agar anak-anak tidak kehilangan hak untuk menikmati masa kecilnya.

Menurutnya, keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak. Orang tua diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga menyediakan waktu untuk mendengar, membimbing, dan menjadi teladan bagi putra-putrinya.

Di sisi lain, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas akademik agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab.

Syaiful Anam juga menyoroti pentingnya peran media massa. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang edukatif, ramah anak, serta menjaga identitas anak ketika memberitakan kasus yang melibatkan mereka. Pemberitaan yang beretika menjadi bagian dari upaya melindungi hak-hak anak di ruang publik.

“Momentum Hari Anak Nasional hendaknya menjadi refleksi bagi kita semua. Sudahkah lingkungan tempat tinggal, sekolah, dan ruang digital benar-benar aman bagi anak? Pertanyaan ini harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional tahun ini mampu memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan perlindungan yang baik, pendidikan yang berkualitas, dan kasih sayang yang cukup, anak-anak Indonesia diharapkan mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta siap membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Sebagai Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, Syaiful Anam mengajak masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap hak-hak anak. Sebab, kualitas bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana bangsa ini memperlakukan anak-anaknya hari ini.

#KLIKKU.ID

19

Baca Lainnya