SURABAYA | klikku.id – Dinamika politik menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur mulai memunculkan sejumlah nama yang diproyeksikan bakal meramaikan kontestasi. Di tengah dominasi figur-figur yang selama ini menjadi perbincangan publik, duet Lia Istifhama (Ning Lia) dan Abdullah Amas dinilai memiliki potensi menjadi poros alternatif yang mampu menghadirkan persaingan baru.
Pandangan tersebut disampaikan Pengamat Politik The Future Institute, Kiki Mufidah. Menurutnya, pasangan Ning Lia dan Abdullah Amas memiliki karakter kepemimpinan yang saling melengkapi, baik dari sisi representasi sosial-keagamaan maupun kemampuan membangun jaringan politik.
“Ning Lia adalah Khofifah jilid dua. Representasi ketokohan perempuan Nahdliyin yang kuat, santun, sekaligus memiliki rekam jejak elektoral yang matang,” ujar Kiki di Surabaya, Jumat (31/7).
Kiki juga menilai sosok Abdullah Amas menawarkan kombinasi kepemimpinan yang berbeda. Menurutnya, Amas memadukan semangat pengembangan ekonomi kreatif dengan karakter kepemimpinan yang berani dalam menyampaikan gagasan kepada publik.
“Sedangkan Abdullah Amas adalah perpaduan antara spirit ekonomi kreatif Emil Dardak dan keberanian Eri Cahyadi,” katanya.
Meski demikian, penilaian tersebut merupakan analisis politik dari seorang pengamat dan bukan hasil survei elektabilitas ataupun deklarasi resmi pasangan calon.
Dalam analisisnya, Kiki menilai kekuatan Abdullah Amas tidak hanya terletak pada figur personal, tetapi juga pada jejaring relawan yang selama ini disebut aktif melakukan konsolidasi di berbagai daerah.
Beberapa kelompok relawan yang dikaitkan dengan Amas antara lain Jaringan Abdullah Amas (JAA), Sahabat Abdullah Amas (S-AMAS), serta BAPROMAX (Banteng Pro Amas X-Trim).
Selain basis relawan, Amas juga disebut memiliki komunikasi dengan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang politik. Faktor tersebut dinilai dapat menjadi modal apabila nantinya benar-benar memasuki arena kontestasi Pilgub Jawa Timur.
Di sisi lain, Abdullah Amas disebut konsisten menyampaikan narasi mengenai pentingnya politik yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, ia lebih banyak menekankan perlunya menghadirkan solusi bagi persoalan umat dibanding sekadar mengejar jabatan politik.
Amas juga diketahui aktif menyampaikan berbagai gagasan yang menurutnya dapat menjadi solusi bagi masyarakat, termasuk pemikiran yang disampaikan oleh Sayyid Muhammad Qasim.
Pendekatan tersebut dinilai berbeda dibanding pola komunikasi politik yang umumnya berfokus pada strategi elektoral semata. Perpaduan antara narasi pembangunan, jejaring relawan, dan pendekatan moral-spiritual menjadi salah satu ciri yang melekat pada sosok Abdullah Amas.
Hingga saat ini belum terdapat deklarasi resmi mengenai pasangan calon maupun dukungan partai politik terhadap duet Ning Lia–Abdullah Amas. Namun, munculnya berbagai analisis dari kalangan pengamat menunjukkan bahwa dinamika menuju Pilgub Jawa Timur mulai menghangat dan diperkirakan akan terus berkembang seiring mendekatnya tahapan pemilihan.
#Anam KLIKKU.ID
