JAKARTA | klikku.id –Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara Sinergi Gula Nusantara (SPBUN SGN) menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPR RI, atas peran aktif dalam memfasilitasi penyelesaian dinamika hubungan industrial antara SPBUN SGN dan Holding Perkebunan PTPN III (Persero).
Melalui ruang dialog yang dibangun DPR RI, berbagai aspirasi pekerja dapat disampaikan secara terbuka sehingga tercipta komunikasi yang konstruktif dan berorientasi pada solusi.
Dalam proses tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengarahkan seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah, dialog, dan kepentingan bersama dalam mencari penyelesaian.
Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini bersama Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan turut berperan memfasilitasi komunikasi antara SPBUN SGN dan Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui sejumlah forum dialog.
Sebagai penutup rangkaian proses tersebut, Ketua SPBUN SGN M. Rofi bersama jajaran pengurus melakukan silaturahmi ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (29/7/2026).
Kunjungan itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus penyampaian terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, dan Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan atas komitmen mereka dalam membuka ruang komunikasi serta mengawal penyelesaian aspirasi secara objektif.
Pada kesempatan tersebut, M. Rofi juga menyampaikan usulan agar Harga Acuan Pembelian (HAP) gula konsumsi dinaikkan menjadi Rp15.500 per kilogram.
Menurutnya, penyesuaian HAP merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri gula nasional, meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan pekerja, serta memperkuat upaya percepatan swasembada gula yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
SPBUN SGN juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Holding Perkebunan PTPN III (Persero), manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), serta seluruh pengurus dan anggota SPBUN SGN yang selama proses penyelesaian tetap menjaga kondusivitas, menghormati mekanisme organisasi, dan mengedepankan semangat musyawarah.
Menurut SPBUN SGN, penyelesaian melalui dialog menjadi bukti bahwa komunikasi yang terbuka, inklusif, dan difasilitasi negara mampu menghadirkan solusi yang bermartabat.
Pendekatan tersebut dinilai tidak hanya memperkuat hubungan industrial yang harmonis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan dan daya saing industri gula nasional. ryo
