Kerjasama Komunitas Organisasi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:34 WIB

10 jam yang lalu

logo

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah Sungai Berbasis Masyarakat, Clean Rivers Tinjau Implementasi Program #SungaiLestari di Surabaya

SURABAYA | klikku.id — Delegasi Clean Rivers melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi implementasi Program Partnership for Preventing Riverine Plastic Pollution (#SungaiLestari) di Kota Surabaya pada Minggu, (2/7/2026).

Kunjungan organisasi nirlaba global yang berfokus pada transformasi sungai sebagai katalis pembangunan berkelanjutan ini, menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional, dalam mendukung pengelolaan sampah sungai berbasis masyarakat di Indonesia.

Program #SungaiLestari merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dan Clean Rivers, yang berada dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Dengan dukungan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH). Serta diimplementasikan oleh UNDP Indonesia, bersama Clean Rivers, melalui Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Program ini bertujuan mengurangi kebocoran sampah plastik ke badan air. Salah satunya melalui penguatan sistem pengelolaan sampah sungai, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pembangunan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan.

Kunjungan lapangan diawali dengan peninjauan instalasi trashboom di hulu Kali Tebu, Kecamatan Kenjeran. Sebagai salah satu infrastruktur yang berfungsi menangkap sampah plastik, sebelum terbawa ke hilir dan akhirnya bermuara ke laut.

Delegasi kemudian mengunjungi Kampung Sungai Lestari, sebuah inisiatif kolaboratif yang dikembangkan oleh ECOTON Foundation bersama MOZAIK Foundation, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Yakni melalui edukasi lingkungan, pemantauan kualitas air, pemberdayaan komunitas, dan pengurangan sampah dari sumbernya.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan instalasi trashboom di bagian tengah Kali Tebu. Di mana delegasi menyaksikan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk parade kano komunitas, pemantauan kualitas air sungai oleh kelompok perempuan dan pelajar. Serta pengelolaan kawasan edukasi lingkungan yang menjadi bagian dari implementasi program.

Pada kesempatan yang sama, delegasi juga menghadiri Peluncuran Kampung Sungai Lestari di Gedung Serba Guna Tanah Kali Kedinding.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam pengelolaan sampah sungai berbasis masyarakat. Yakni melalui deklarasi Kampung Sungai Lestari, serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Kampung Mozaik dengan tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kecamatan Kenjeran, bersama DLH dan ECOTON.

Sebagai rangkaian penutup kunjungan, delegasi meninjau Materials Recovery Facility (MRF) ECOTON di TPS3R Kedung Cowek.

Dimana fasilitas ini menjadi pusat pemulihan material hasil pembersihan sungai, melalui proses pemilahan, pengomposan, serta pengelolaan material yang masih memiliki nilai ekonomi, sebelum disalurkan ke industri daur ulang.

Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana pendekatan ekonomi sirkular diterapkan dalam pengelolaan sampah sungai, untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir. Serta meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat.

Kegiatan dihadiri oleh Rofi Alhanif, selaku Asisten Deputi Ekonomi Sirkular dan Dampak Lingkungan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Reinier van der Lely, selaku Associate Director Programme and Impact, Clean Rivers, bersama delegasi Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Uni Emirat Arab (MOCCAE) dan Emirates Foundation.

Hadir juga Muhamad Fikser, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya,  perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), UNDP Indonesia, serta Daru Setyorini, Direktur Eksekutif ECOTON Foundation, bersama unsur pemerintah daerah, komunitas, akademisi, pelajar, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan internasional, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal. Program #SungaiLestari diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah sungai berbasis masyarakat, yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Pendekatan yang mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, dan ekonomi sirkular tersebut, diharapkan mampu mempercepat upaya pengurangan sampah plastik yang masuk ke badan air sekaligus mendukung terwujudnya sungai yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. AM@n


 

68

Baca Lainnya