Pemerintahan

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:38 WIB

18 jam yang lalu

logo

BKKBN Jatim Jadikan Momentum HUT Kemerdekaan RI Ke-81 untuk Perkuat Perang Melawan Stunting

SURABAYA | klikku.id – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dimanfaatkan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat gerakan pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Shodiqin mengatakan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah memastikan intervensi gizi menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.

“Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam kerja nyata yang manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Shodiqin saat memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Perwakilan BKKBN Jatim, Surabaya, Senin (17/8/2026).

Menurut dia, kelompok sasaran utama dalam upaya pencegahan stunting adalah 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta dan balita.

Intervensi dilakukan melalui pendampingan keluarga dan pemenuhan makanan bergizi, termasuk makanan pendamping ASI (MPASI).

Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga dilibatkan untuk memastikan bantuan pangan tidak sekadar disalurkan, tetapi diikuti edukasi mengenai pola dan kebutuhan gizi.

“Kami pastikan distribusi berjalan sesuai SOP dan Peraturan Presiden. TPK tidak hanya mengantarkan makanan, tetapi juga memberikan edukasi gizi,” ujarnya.

Shodiqin menekankan ketepatan sasaran menjadi kunci. Makanan bergizi dan berprotein harus benar-benar diterima serta dikonsumsi oleh kelompok yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Selain penguatan intervensi stunting, BKKBN Jatim terus menjalankan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN. Yakni TAMASYA, GATI, GENTING, SIDAYA, dan Super App.

Peringatan HUT RI di lingkungan BKKBN Jatim juga diisi jalan sehat dan berbagai lomba yang melibatkan pegawai serta keluarga. Penggunaan busana adat Nusantara turut mewarnai kegiatan sebagai simbol keberagaman dan persatuan.

Shodiqin menegaskan, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga. “Perang melawan stunting harus dilakukan secara tepat sasaran, terukur dan berkelanjutan,” pungkasnya. AM@n


 

21

Baca Lainnya