Ekonomi Bisnis Pelayanan Publik Pemerintahan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:48 WIB

11 jam yang lalu

logo

Perkuat Ekonomi Digital di HUT Kemerdekaan RI ke-81, BI Luncurkan KKI & MDR QRIS 0 Persen Berlaku Lebih Luas

JAKARTA | klikku.id – Sistem pembayaran digital Indonesia mendapat suntikan baru. Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), resmi meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta memperluas penerapan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen.

Kedua kebijakan tersebut diumumkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dalam Peluncuran Respons Kebijakan Sistem Pembayaran di Jakarta, Senin (17/8/2026).

KKI dirancang sebagai instrumen pembayaran domestik dengan fasilitas penundaan pembayaran. Pengguna dapat memanfaatkan kartu tersebut untuk bertransaksi melalui QRIS, baik menggunakan metode pindai maupun tap.

Delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) telah menerbitkan KKI sejak 17 Agustus 2026. Mereka terdiri atas BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, serta BSI yang menghadirkan skema pembiayaan syariah.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan, pengembangan sistem pembayaran harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha dan industri pembayaran.

“Respons kebijakan ini menjadi wujud nyata sumbangsih Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran bagi bangsa Indonesia sekaligus hadiah kemerdekaan untuk masyarakat,” ujarnya.

Bersamaan dengan peluncuran KKI, BI juga memperluas kebijakan MDR QRIS 0 persen yang berlaku mulai 1 Oktober 2026.

Bagi merchant usaha mikro (UMI), MDR 0 persen diterapkan untuk transaksi hingga Rp500 ribu. Sementara merchant kategori kecil, menengah, dan besar, mendapat tarif 0 persen untuk transaksi maksimal Rp100 ribu. Sebelumnya, transaksi pada kategori tersebut dikenai MDR 0,7 persen.

Perluasan kebijakan itu diharapkan menekan biaya transaksi sekaligus mendorong semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan pembayaran digital.

Potensi QRIS sendiri terus tumbuh. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna mencapai 65,77 juta, sedangkan merchant mencapai 44,86 juta. Sebanyak 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.

Sepanjang semester I 2026, transaksi QRIS menembus 12,55 miliar transaksi dengan nilai Rp1,12 kuadriliun. Angka tersebut tumbuh 93,92 persen secara tahunan.

BI menyebut peluncuran KKI dan perluasan MDR QRIS 0 persen menjadi bagian dari strategi memperkuat ekonomi digital sekaligus mendorong kemandirian sistem pembayaran nasional. AM@n


 

29

Baca Lainnya