Ekonomi Bisnis

Selasa, 1 September 2026 - 23:48 WIB

11 jam yang lalu

logo

Tebu Berkualitas MBS Dukung Hasil Optimal Petani di PG Pradjekan

BONDOWOSO | klikku.id — Kualitas tebu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pengolahan sekaligus nilai yang diperoleh petani. Karena itu, penerapan prinsip MBS atau Manis, Bersih, dan Segar menjadi bagian penting dalam menjaga mutu tebu sejak dari kebun hingga diterima di Pabrik Gula (PG) Pradjekan, Bondowoso.

Tebu dengan tingkat kemasakan optimal, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang akan membantu mempertahankan kualitas bahan baku. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung proses pengolahan di pabrik agar berjalan lebih optimal dan menghasilkan rendemen yang baik.

Bagi petani, menjaga kualitas tebu bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berpengaruh terhadap nilai hasil panen. Semakin baik kualitas tebu yang dikirim ke pabrik, semakin besar peluang menghasilkan rendemen optimal sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi usaha budidaya tebu.

Kinerja PG Pradjekan yang terus menunjukkan capaian positif juga tidak terlepas dari dukungan pasokan tebu berkualitas dari para petani. Sinergi antara petani dan pabrik menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pergulaan yang produktif dan memberikan manfaat bagi kedua pihak.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono, mengajak petani untuk semakin konsisten menjaga kualitas tebu dengan menerapkan prinsip MBS.

“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan hasil yang baik, tentu harapannya pendapatan petani juga dapat meningkat,” ujar Rolis Senin (31/8/2026).

Menurutnya, peningkatan kualitas tebu perlu menjadi perhatian bersama. Petani memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan industri gula karena kualitas bahan baku yang baik akan mendukung kinerja pabrik sekaligus meningkatkan peluang petani memperoleh hasil usaha yang lebih optimal.

Di sisi lain, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) terus memperkuat sinergi dengan petani tebu, baik dalam pengelolaan bahan baku maupun optimalisasi proses pengolahan.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas industri gula sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi petani.

Penerapan prinsip Manis, Bersih, dan Segar pada akhirnya bukan sekadar menjaga mutu tebu, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan rendemen, mengoptimalkan nilai hasil panen, dan mendorong peningkatan pendapatan petani.

Dari tebu berkualitas, lahir hasil optimal dan manfaat yang lebih besar bagi petani serta industri gula nasional. ryo


 

12

Baca Lainnya