BANGKALAN | KLIKKU.ID — Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa dalam penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayah Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan tersebut diwarnai lantunan shalawat serta tausiyah keagamaan, dengan menghadirkan Ustadz Irsyad sebagai pengisi kegiatan.
Dari suasana yang terlihat, para peserta duduk bersama dalam satu rangkaian acara. Kaum perempuan tampak mengenakan busana muslim, sementara sejumlah peserta laki-laki mengenakan pakaian putih dan peci. Nuansa sederhana namun khidmat semakin terasa dengan sajian buah dan hidangan yang tersedia di hadapan peserta.
Pada bagian belakang lokasi kegiatan terpampang banner bertuliskan “Maulid Nabi Muhammad SAW” dengan keterangan penyelenggara K3S–DWP–KKGPAI Kecamatan Labang. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan ajakan untuk bersama-sama bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Ketua K3S Labang, Umi Mu’minatin, yang juga Kepala SDN Baengas 1, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut melibatkan unsur pendidikan di wilayah Kecamatan Labang.
Menurut Umi, pihak penyelenggara turut mengundang pengawas, penilik serta Ketua PGRI Labang. Namun, penilik berhalangan hadir karena sedang mengikuti rapat di Pemkab. “Kami mengundang Pengawas, Penilik (berhalangan hadir ada rapat di Pemda), Ketua PGRI,” terang Umi.
Untuk peserta dari masing-masing lembaga, Umi menyebut setiap lembaga mengirimkan tiga orang, yakni satu kepala sekolah, satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan satu unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP). “Setiap lembaga 3 orang, 1 Kepala Sekolah, 1 Guru PAI, 1 DWP,” jelasnya.
Umi juga memastikan bahwa Ketua PGRI Labang masih hadir dalam kegiatan tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya menjadi momentum untuk kembali mengingat perjalanan dakwah Rasulullah sekaligus meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui lantunan shalawat, tausiyah dan kebersamaan, peringatan Maulid diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai yang lebih penting adalah bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diterjemahkan dalam sikap—baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
Bagi lingkungan pendidikan, momentum tersebut juga relevan untuk memperkuat pendidikan karakter. Keteladanan Rasulullah tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, kepedulian dan menghargai sesama menjadi nilai yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Kegiatan shalawatan di Labang itu pun menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarpendidik dan keluarga besar satuan pendidikan, sekaligus membangun suasana kebersamaan di tengah rutinitas dunia pendidikan.
Dengan semangat “mari bershalawat”, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana batin yang lebih religius sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Harapannya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dikenang saat peringatan Maulid, tetapi juga diwujudkan dalam pelayanan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
#KLIKKU.ID ANAM
