Pendidikan Prestasi

Kamis, 10 September 2026 - 08:34 WIB

8 jam yang lalu

logo

Dari Batik Ciamis Jadi Hijab, Begini Inovasi Mahasiswa Unusa

SURABAYA | klikku.id –  Motif batik tradisional tak harus selalu hadir dalam bentuk kain konvensional. Lima mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencoba membawanya lebih dekat dengan generasi muda melalui produk fashion muslimah.

Mereka mengembangkan CIARRA, hijab segiempat berbahan Voal Ultrasoft dengan teknologi printing yang mengadaptasi motif khas Batik Ciamis.

Motif Rereng Eneng, Sulur Anggrek, hingga Cupat Manggu menjadi sumber inspirasi desain. Upaya itu sekaligus menjadi cara mahasiswa memperkenalkan kembali Batik Ciamis yang sempat meredup.

Batik Ciamis diketahui mengalami kemunduran hingga hilang dari peredaran selama sekitar 20 tahun. Salah satu penyebabnya adalah persaingan dengan batik cetak dan tekstil bermotif batik.

Kondisi tersebut mendorong tim CIARRA mencari cara agar kekayaan motif Ciamis tetap dikenal. Fashion muslimah dipilih karena dinilai dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Semangat itu dituangkan melalui tagline “Cantik Berbudaya, Anggun Bermakna.”

CIARRA dikembangkan Putri Salsabila Az Zahra, Lailatul Fitriani, Siti Hidayah, Tasya Ananta, dan Sahda Naila Alim. Kelimanya merupakan mahasiswa S1 Manajemen Unusa di bawah bimbingan Rachma Rizqina Mardhotillah, S.T., M.M.

Saat ini, CIARRA telah memiliki empat koleksi, yakni Sajunta Series, Rereng Series, Asri Series, dan Mustika Series. Setiap koleksi membawa karakter visual berbeda dengan tetap mempertahankan inspirasi motif Batik Ciamis.

Tak berhenti pada desain, mahasiswa tersebut juga mengembangkan CIARRA sebagai rintisan usaha. Mereka telah mengantongi NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta tengah mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pemasaran dilakukan melalui jalur B2B dan B2C. Produk diperkenalkan lewat media sosial, marketplace, bazar, hingga kerja sama dengan sejumlah komunitas dan lembaga di Ciamis, Surabaya, serta Mojokerto.

Bagi tim CIARRA, inovasi tersebut membuktikan pelestarian budaya bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

Motif lama diberi wajah baru. Dari sana, mereka berharap Batik Ciamis tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah, tetapi kembali digunakan dan memiliki nilai ekonomi. AM@n


 

22

Baca Lainnya