SURABAYA | klikku.id – Proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Petemon III, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya, disorot. Saat pekerjaan pemasangan U-Ditch berlangsung, masih terlihat genangan air di area proyek.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait penerapan dewatering, pemadatan dasar saluran, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Proyek yang berkaitan dengan pekerjaan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya itu disebut dikerjakan CV Sinergi Lima Empat dengan nilai kontrak sekitar Rp3.315.826.373.
Di lapangan, pekerjaan mencakup pemasangan U-Ditch ukuran 80/100 dengan cover berkapasitas beban 10 ton.
Sorotan muncul karena pemasangan saluran dilakukan ketika air masih terlihat di area pekerjaan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah pengendalian air dan penyiapan dasar konstruksi telah dilakukan sesuai metode kerja serta spesifikasi teknis proyek.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (17/9/2026), Akbar selaku pelaksana mengklaim metode dewatering telah dilakukan.
“Untuk dewatering sudah kita lakukan. Ketika nanti closing, air yang di dalam got tersebut gunanya untuk membersihkan jalan agar warga tidak terganggu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai metode dewatering yang digunakan dan kesesuaiannya dengan dokumen kontrak.
Selain persoalan air, aspek K3 juga menjadi perhatian. Pengamanan area galian, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta keselamatan pekerja dan warga di sekitar proyek perlu dipastikan berjalan sesuai ketentuan.
Nilai proyek mencapai Rp3,3 miliar. Karena itu, pengawasan terhadap mutu pekerjaan, metode pelaksanaan, material, pemadatan, hingga keselamatan konstruksi menjadi penting.
Genangan air di lokasi belum dapat dijadikan bukti bahwa pekerjaan melanggar spesifikasi.
Namun, kondisi tersebut dapat diverifikasi melalui pemeriksaan teknis terhadap dokumen kontrak, metode kerja, material, hasil uji kepadatan, serta kondisi fisik pekerjaan.
Publik berharap DSDABM Kota Surabaya melakukan pengawasan secara menyeluruh agar proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar mutu dan keselamatan.
Hingga berita ini ditulis, penjelasan lebih lanjut dari pihak DSDABM mengenai metode pelaksanaan, pengawasan pekerjaan, dan penerapan K3 masih diperlukan. Rigi
