Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:38 WIB

13 jam yang lalu

logo

OJK Sebut Inflasi Terjaga Topang Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Tengah Tekanan Global

SURABAYA | klikku.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian geopolitik dan pengetatan kebijakan moneter global.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kondisi perekonomian domestik relatif terjaga. Salah satu penopangnya adalah inflasi yang masih berada dalam sasaran pemerintah.

Hal itu disampaikan Friderica dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan September 2026 secara daring, Senin (5/10/2026).

“Terjaganya inflasi mendorong permintaan domestik dan tingkat konsumsi masyarakat tetap kuat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Friderica.

Menurut perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut, pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025, meski proyeksinya membaik dari perkiraan sebelumnya.

Peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan global.

Namun, momentum tersebut masih menghadapi sejumlah risiko. Eskalasi konflik geopolitik berpotensi kembali mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi global. Kondisi tersebut diperberat fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan harga pangan dan komoditas pertanian.

“Kenaikan inflasi telah memicu kebijakan suku bunga global higher for longer, ditandai dengan kenaikan suku bunga kebijakan di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang,” ujarnya.

Kiki juga menyoroti kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah negara yang mencapai level tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi itu antara lain dipengaruhi tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah serta meningkatnya penerbitan obligasi jangka panjang oleh perusahaan hyperscaler untuk investasi terkait AI.

Di tengah tekanan global tersebut, indikator perekonomian Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif stabil. Bahkan, OECD menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 0,5 persen.

Menurut Kiki, revisi proyeksi tersebut mencerminkan kepercayaan global terhadap ketahanan perekonomian Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Perkembangan tersebut juga ditopang sektor keuangan yang terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. OJK menilai stabilitas sektor keuangan tetap terjaga dengan fundamental industri jasa keuangan yang solid. AM@n


 

11

Baca Lainnya