Ekonomi Bisnis Kerjasama

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:48 WIB

5 jam yang lalu

logo

Teh Gambyong Kemuning Naik Kelas, Pembinaan BI Dongkrak Produksi hingga 40 Persen

SURAKARTA | klikku.id – Dari lereng pegunungan Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Teh Gambyong Kemuning terus memperluas pasar. Produk yang dirintis sejak 2014 itu, kini telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Pemilik UMKM Teh Gambyong Kemuning, Eko Woryanto, mengatakan perkembangan usaha tersebut tidak lepas dari kemitraan dengan petani serta pembinaan Bank Indonesia (BI).

“2014 saya merintis usaha, kemudian 2015 kita kumpul dengan para petani dan kelompok tani untuk membahas bagaimana saya bisa disuplai bahan baku. Kerja sama itu sampai sekarang,” ujarnya, saat kegiatan Capacity Building Media BI bertajuk Media Connect: Insight, Impact & Collaboration di Pondok Gambyong Kemuning, Selasa (6/10/2026).

Ia menambahkan, saat ini, kemitraan tersebut telah melibatkan 26 petani yang tergabung dalam satu gapoktan. Total lahan teh yang dikelola melalui skema kerja sama, telah mencapai hampir 50 hektare.

“Namun, produksi teh masih sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Saat musim penghujan, produksi pucuk dapat mencapai 1–1,5 ton per hari. Ketika kemarau, angkanya bisa turun menjadi sekitar 300–600 kilogram,” tambahnya.

Dari komoditas yang sama, Eko mengembangkan teh hijau, hitam, putih hingga oolong. Setidaknya lima produk utama dikembangkan menjadi sekitar 16 produk turunan.

Pasarnya pun semakin luas. Selain Jawa Tengah, Teh Gambyong Kemuning telah dikirim ke berbagai wilayah, termasuk Jabodetabek.

“Pembinaan BI yang dimulai sejak 2019, turut mendorong pengembangan usaha. Selain membuka akses promosi, BI memberikan dukungan sarana produksi yang membantu proses perawatan, pemanenan hingga pengolahan,” tuturnya.

“Efeknya untuk peningkatan kurang lebih sekitar 30 sampai 40 persen, dari awal sebelum kita dibina oleh BI dan setelah dibina oleh BI,” ungkap Eko.

Penggunaan mesin pemanen, misalnya, berpotensi meningkatkan kemampuan panen dari sekitar 30–60 kilogram menjadi 70–100 kilogram per orang per hari.

Pengembangan usaha tersebut juga memberi dampak lebih luas. Perkebunan teh Kemuning berkembang menjadi kawasan wisata yang membuka peluang usaha baru, seperti jeep wisata, event organizer, tubing dan outbound.

“Banyak yang awalnya merantau ke luar kota, sekarang kembali ke kampung untuk membangun dan menjadi pelaku wisata,” pungkasnya. AM@n


 

11

Baca Lainnya