Ekonomi Bisnis Kasuistika Pemerintahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:38 WIB

4 jam yang lalu

logo

Bupati Sragen Apresiasi Peran PG Mojo, PT SGN Perkuat Komitmen ESG dan Kesejahteraan Petani Tebu

SRAGEN | klikku.id – Pabrik Gula (PG) Mojo, unit usaha PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN), mendapat apresiasi dari Bupati Sragen Sigit Pamungkas atas kontribusinya dalam mendukung ekosistem pergulaan, memperkuat kemitraan dengan petani tebu, serta menggerakkan perekonomian daerah.

Apresiasi tersebut menegaskan pentingnya peran industri gula yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi petani serta masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Keberadaan PG Mojo menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri gula, terutama melalui penyerapan tebu petani dan keberlanjutan aktivitas penggilingan.

Operasional pabrik diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha tani, membuka peluang ekonomi, serta memperkuat hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani tebu di Kabupaten Sragen.

Sejalan dengan hal tersebut, PT SGN terus memperkuat komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membangun industri gula yang berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan bahwa keberhasilan industri gula tidak hanya ditentukan oleh capaian produksi, tetapi juga oleh manfaat yang dirasakan petani dan masyarakat.

“Bagi PT SGN, keberhasilan industri gula tidak hanya dilihat dari capaian produksi, tetapi juga dari bagaimana keberadaan pabrik mampu memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kemitraan dengan petani tebu terus diperkuat sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung dan berkelanjutan,” ujar Mahmudi Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, petani tebu merupakan bagian penting dalam rantai pasok industri gula nasional. Oleh karena itu, keberlanjutan operasional pabrik perlu diiringi dengan penguatan kemitraan, peningkatan produktivitas tebu, serta upaya menjaga kepercayaan petani sebagai mitra strategis perusahaan.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT SGN, Yunianta, menyampaikan bahwa komitmen ESG harus diwujudkan melalui program nyata yang terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Komitmen ESG perlu diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar menjadi prinsip perusahaan. Kami mendorong agar program-program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat, dengan pelaksanaan serta capaian yang terukur. Dengan demikian, keberadaan PG Mojo dapat terus memberikan kontribusi positif bagi daerah,” kata Yunianta.

Salah satu upaya yang dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut adalah penguatan program CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) sesuai dengan skema yang dijalankan perusahaan.

Ketepatan dalam menentukan calon penerima dan lokasi program diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan, sekaligus memudahkan pemantauan serta evaluasi manfaat bagi petani.

Ke depan, PT SGN berkomitmen menjaga keseimbangan antara kinerja operasional, penguatan kemitraan petani, kepedulian terhadap lingkungan, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk membangun industri gula yang produktif, kompetitif, serta mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.

Melalui PG Mojo, PT SGN berharap sinergi dengan pemerintah daerah, petani tebu, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung penguatan ketahanan dan kemandirian gula nasional. ryo


 

10

Baca Lainnya