Lifestyle Pendidikan

Rabu, 9 Maret 2022 - 04:58 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Waspadai Penipuan Berkedok Asmara di Media Sosial

Surabaya | klikku.net – Penipuan berkedok asmara dengan memalsukan jati diri pelakunya di sosial media, kerap dilakukan. Salah satunya adalah aksi catfishing yang dilakukan oleh pria bernama Simon Leviev. Dimana ia mengelabui banyak wanita melalui aplikasi kencan Tinder dalam The Tinder Swindler di Netflix.

Guru Besar Studi Media Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dra Rachmah Ida M Comms PhD menjelaskan, bahwa catfishing adalah perilaku menyembunyikan identitas asli di sosial media atau kerap disebut deceitful.

“Motivasi seseorang yang melakukan catfishing, disengaja dengan tujuan untuk mengelabui orang lain. Atau tidak ingin menunjukkan identitas orientasi seksualnya secara publik,” ujar alumni angkatan pertama di Ilmu Komunikasi FISIP Unair 1988 ini, Selasa (8/3/2022).

Sedangkan pelaku catfishing yang tidak disengaja, dikarenakan orang itu belum memahami jati dirinya. “Orang tidak sengaja melakukan catfish karena kurang percaya diri. Namun, pelaku memiliki niat untuk membuka identitas aslinya. Ketika sudah merasa nyaman dengan pasangannya,” tutur Prof Ida.

Menurutnya, korban catfishing paling banyak terjadi pada perempuan. Hal itu karena adanya stereotip, bahwa perempuan adalah kaum lemah dan mudah dibohongi. Sehingga pelaku catfishing baik laki-laki atau perempuan, lebih banyak menyasar korban perempuan.

Sementara itu, untuk mengetahui seseorang melakukan catfishing di sosmed, ia memaparkan beberapa gaya komunikasi dan gestur yang dilancarkan pelaku catfishing. Yakni, pelaku tidak pede dan tidak konsisten menjelaskan sifat dirinya.

“Jika komunikasi semakin sering. Maka pelaku akan cenderung melakukan ghosting. Atau terus-menerus berbohong, untuk menyembunyikan identitas aslinya,” jelasnya.

“Guna terhindar dari pelaku atau perilaku catfishing. Kita bisa memancing untuk membuka identitasnya, melalui beberapa topik pembicaraan. Salah satunya lewat hobi. Pastikan untuk mencari identitas lawan bicara kita di google atau open sea,” pungkasnya. @Nto tze


Editor: Joe Mesti

565

Baca Lainnya