Surabaya | klikk.net – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengimbau pengelola tempat rekreasi melakukan evaluasi, untuk memastikan peralatan atau wahana permainan masih layak pakai. Sebab, selama dua tahun berbagai peralatan wahana permainan itu tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19.
“Kejadian ini memang musibah. Tapi, harusnya bisa diantisipasi. Karena sebelum kejadian, kami telah mengimbau pengelola tempat wisata, untuk melakukan pengecekan. Nanti kami akan memastikan lagi, apakah pengecekan tersebut sudah dilakukan,” ujarnya, saat meninjau Kenjeran Waterpark, Minggu (8/5/2022) pagi.
Eri menambahkan, dari total 16 korban ambrolnya seluncuran Waterpark Kenjeran, sebagian merupakan warga luar Surabaya. “Ada yang dari Jawa Barat, Gresik dan Sidoarjo. Sebagian dirawat di RSUD dr Soetomo,dan sebagian lagi di RSD dr Soewandhi,” jelasnya.
Sementara itu, direktur RSUD dr. Soetomo dr. Joni Wahyuhadi menyampaikan, pihaknya merawat 8 orang pasien.
“Satu pasien sudah bisa pulang. emua di UGD. 3 dirawat di ICU, dan 4 sisanya di high care,” ujarnya di lokasi yang sama.
Sehari sebelumnya, seluncuran kolam renang Waterpark Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya ambrol pada Sabtu (7/5/2022) sekira pukul 13.50 WIB. Akibat kejadian ini, 16 orang mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. @Nto tze
