Daerah

Kamis, 20 Oktober 2022 - 23:00 WIB

4 tahun yang lalu

logo

Tampak depan puskesmas Bringkoneng (Doc. Anaf/klikku)

Tampak depan puskesmas Bringkoneng (Doc. Anaf/klikku)

Hendak Berobat, Pasien Disuruh Bayar Daftar Program UHC di Puskesmas Bringkoneng

SAMPANG | klikku.net – Program Universal Health Coverage (UHC) merupakan salah satu program prioritas Bupati Sampang, H Slamet Junaidi, untuk menyejahterakan masyarakat Sampang.

Program UHC ini merupakan program yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pengobatan gratis untuk masyarakat Kabupaten Sampang yang berlaku mulai 1 Agustus 2022.

Namun, program yang sudah berjalan sekitar dua bulan ini tidak dirasakan oleh semua masyarakat Sampang. Pasalnya, masih ada oknum yang memasang tarif untuk warga yang ingin berobat melalui program UHC tersebut.

Hal itu dirasakan oleh Sumiati, warga Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, yang saat itu membawa orang tuanya untuk berobat ke Puskesmas Bringkoneng.

Dirinya mengatakan, pada 11 Oktober 2022 orang tuanya dibawa ke Puskesmas Bringkoneng untuk berobat dengan harapan masuk melalui jalur program UHC agar mendapatkan layanan kesehatan secara gratis.

“Sesampainya di puskesmas, kami langsung ke loket untuk mendaftar sebagai peserta UHC. Namun, kami disuruh bayar oleh petugas puskesmas,” kata Sumiati, kepada klikku.net, Kamis (21/10/2022).

Padahal, lanjut Sumiati, program UHC ini kan gratis, tapi harus bayar. “Ada biayanya bu, buat tebus program UHC,” kata Sumiati menirukan petugas puskesmas.

Ia merasa kecewa karena disuruh bayar program UHC yang gratis. Karenanya, pihaknya tidak jadi berobat dan langsung pulang.

Sementara, Kepala Puskesmas (Kapus) Bringkoneng, dr Hasanah, saat dikonfirmasi melalui pesan via WhatsApp-nya mengatakan, kalau di puskesmas yang dipimpinnya tidak ada bandrol biaya untuk mendaftar program UHC.

“Saya pastikan di puskesmas tidak ada penarikan biaya apapun terkait pendaftaran UHC,” ucapnya.

“Kalau memang ada laporan seperti itu, akan saya selidiki mas,. Terimakasih informasinya,” kata Dr Nana, sembari mengakhiri pesan whatsApp-nya.


Reporter : Anaf

867

Baca Lainnya