Surabaya | klikku.net – Universitas Airlangga kembali mengukuhkan empat guru besar di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Kampus MERR C Surabaya, Rabu (28/12).
Mereka adalah Prof Sri Hartini dan Prof Dyah Wulan Sari dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof Ferdiansyah dari Fakultas Kedokteran, serta Prof Iwan Sahrial dari Fakultas Kedokteran Hewan.
Dalam sambutannya, Rektor UNAIR Prof Mohamad Nasih SE Mt Ak mengatakan, bahwa empat guru besar yang baru saja dikukuhkan merupakan potensi yang luar biasa.
“Alhamdulillah, senang sekali kita bisa mengukuhkan empat lagi guru besar, sebagai tambahan energi kita semuanya, dalam rangka mengantarkan Universitas Airlangga untuk bisa berkontribusi lebih baik lagi pada masa-masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahwa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Salah satunya, lewat penelitian-penelitian yang dilakukan civitas akademika UNAIR. Yang dapat membuka potensi Indonesia yang tersebar hampir di seluruh bidang.
“Profesor-profesor yang baru sudah berhasil mengidentifikasi bagaimana potensi itu ada. Tinggal bagaimana potensi ini menjadi sesuatu yang aktual, dan bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat manusia. Karena tanpa itu semuanya, hasil inovasi dan produksi hanya akan berhenti di atas meja,” ungkap pakar akuntansi tersebut.
Ia juga berharap, hasil inovasi civitas akademika UNAIR dapat secara riil berguna bagi masyarakat, dan menembus pasar komersial.

“Namun, persoalan utama kita justru bukan pada bagaimana kita memproduksi. Tapi bagaimana produksi karya anak bangsa itu, mendapatkan tempat terhormat. Masih banyak masyarakat yang meragukan. Dan ketika masyarakat masih ragu, tidak ada kemanfaatan secara optimal yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.
Ia mencotohkan Vaksin Merah Putih dan sel punca (stem cell) yang dihasilkan oleh UNAIR. Perlu waktu lama bagi dua inovasi tersebut, untuk terserap pasar dan bermanfaat bagi masyarakat. Padahal, kualitas Universitas Airlangga sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tidak perlu diragukan lagi.
“Di bidang employability, UNAIR tidak kalah dengan perguruan tinggi lain. Demikian dengan academic reputation, juga berada dalam posisi yang luar biasa,” ucapnya.
Untuk mendorong kepercayaan masyarakat, Prof Nasih meminta iklim akademik dan kolaborasi yang baik tetap dipertahankan.
“Kolaborasi adalah era kita semuanya. Tanpa kolaborasi, kita tidak bisa menghasilkan apapun. Potensi kita sesungguhnya sangat luar biasa. Iklim akademik harus kita dorong dan tingkatkan secara terus menerus,” pungkasnya. @Nto tze
