SURABAYA | klikku.net – Ratusan massa yang berasal dari Pulau Madura menggeruduk kantor CIMB Niaga Finance di komplek pertokoan Rich Palace Jalan Mayjend Sungkono Surabaya, Senin (06/02/2023), sejak pukul 09.00 WIB.
Mereka menuntut pihak CIMB Finance mengembalikan dua unit mobil Honda HRV milik salah seorang tokoh masyarakat Sampang yang ditarik paksa oleh Debt Collector (DC) internal pada bulan Desember 2022 lalu.
Asrol Faqih, Debitur asal Sampang mengatakan, mobil itu ditarik paksa oleh Debt Collector di daerah Bangkalan. Dirinya langsung melakukan pelaporan ke Polres Bangkalan, karena cicilannya hanya nunggak satu bulan, tapi sudah ditarik paksa.
“Setelah itu saya melakukan komunikasi ke CIMB Niaga Finance Surabaya. Pihak CIMB Niaga menyampaikan kepada saya, bahwa mobil masuk lelang,” kata Asrol.
Setelah melakukan komunikasi baik, dirinya bermaksud untuk mengikuti lelang, tapi pihak CIMB Niaga tidak memberikan jadwal lelang, malahan mengatakan mobil sudah laku di lelang.
“Saya selaku debitur gak terima donk, dan menuntut agar mobil dikembalikan kepada saya,” tutur Asrol.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Mamang Dhuro,menyampaikan, mobil tersebut ditarik paksa dengan cara diderek dari Bangkalan ke Surabaya.
“Saya selaku keluarga pemilik mobil, merasa malu, tolong kembalikan mobil tersebut. Kalau tidak dikembalikan, maka akan datang massa yang lebih banyak lagi,” ancamnya.
Pantau media, situasi sempat tidak terkendali, ketika massa merangsek ingin masuk ke dalam kantor CIMB Niaga Finance.
Sejumlah massa memecahkan kaca kantor CIMB Niaga Finance, sontak Kapolsek Dukuh Pakis, Kompol Mohammad Irfan dan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Edi Hartono, yang bertugas mengamankan aksi ini menjadi murka.
“Bajingan kalian semua, jangan anarkis kalau anarkis akan saya tangkap kalian semua. Saya di dalam dengan perwakilan aksi, lagi berdiskusi untuk menemukan jalan keluar. Kalian malah anarkis,” seru Kompol Irfan, sambil menunjuk-nunjuk massa aksi sembari memerintahkan personilnya untuk memukul mundur massa.
Hingga berita ini diterbitkan, saat ini massa aksi masih belum membubarkan diri. Karena, masih belum ada kepastian dari pihak CIMB Niaga Finance.
Reporter : Anaf
