Kasuistika

Rabu, 26 April 2023 - 12:52 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Muhammadiyah Surabaya Turut Laporkan Oknum BRIN ke Polda Jatim

Surabaya | klikku.net – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya turut melaporkan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Polda Jawa Timur, atas dugaan ujaran kebencian, Rabu (26/4).

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Sugianto menyebut, pelaporan itu atas instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar semua pengurus serentak melapor.

“Ini kami atas instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dibawah Majelis Hukum dan HAM. Dan di situ kami ada LBH Muhammadiyah Kota Surabaya. Maka kami ikuti instruksi serentak untuk melaporkan pada setiap kota, setiap provinsi,” ujarnya, di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Jatim.

“Yang kemudian di sana hak konstitusional kami sebagai warga negara, warga Muhammadiyah, yang merasa dirinya diancam,” tambahnya.

Total ada dua orang yang dilaporkan, yaitu Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN Thomas Djamaluddin dan Peneliti Astronomi BRIN Andi Pangerang Hasanuddin.

“Yang kami laporkan dua orang. Yang memposting komentar, salah satunya Thomas Djamaluddin dan AP Hasanuddin. Yang kami tahu beliau berdua itu ASN di BRIN. Selain itu juga peneliti,” ungkapnya.

Keduanya dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian, hingga ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah, karena perbedaan waktu salat Id dengan pemerintah.

Thomas Djamaluddin lebih dulu memposting tangkapan layar berisi komentarnya soal Muhammadiyah yang tidak taat pada pemerintah. Dengan berbeda ketetapan waktu salat Id, serta minta difasilitasi tempat pelaksanaan salat.

“Itu yang menjadi polemik. Kemudian postingan itu dikomentari AP Hasanuddin, yang siap menghalalkan darah Muhammadiyah. Yang akan siap dibunuh satu persatu,” tuturnya.

Pelaporan hari ini, lanjutnya, disertai sejumlah barang bukti berupa print tangkapan layar akun Facebook (FB) Thomas Djamaluddin, dan postingan komentar Thomas maupun AP Hasanuddin.

“Beberapa layar tangkap, screenshot dari akun FB dan postingan yang membuat semua orang merasa terancam terkhusus Muhammadiyah,” pungkasnya. @Nto tze


 

46

Baca Lainnya