Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Minggu, 30 April 2023 - 10:35 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Dispernaker Meminta Warga Luar Kota Tanpa Ketrampilan, Agar Tak Cari Kerja di Surabaya

Surabaya | klikku.net – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dispernaker) Kota Surabaya mengimbau kepada warga yang tidak memiliki keterampilan, agar tidak datang mencari kerja di Kota Pahlawan.

“Mencari pekerjaan dan tenaga kerja di Surabaya apa saja ada, lowongan juga tersedia. Tapi saya mengimbau, agar warga Surabaya jangan membawa saudaranya dari desa. Apalagi jika tidak cakap dan terampil. Karena bisa kalah dengan warga Surabaya,” ujar Kepala Dispernaker Surabaya Achmad Zaini, dalam keterangan resminya di Surabaya, Minggu (30/4).

Ia menambahkan, sebagai kota besar kedua di Indonesia, Surabaya menjadi salah satu tujuan urbanisasi masyarakat dari daerah. Mereka yang datang pun, memiliki beragam maksud dan tujuan. Mulai dari mengenyam pendidikan, berobat di rumah sakit, hingga mencari pekerjaan.

“Fenomena urbanisasi pasca-Lebaran, biasa terjadi untuk mencari kerja. Namun, peluang kerja atau usaha itu, tak hanya ada di kota besar, seperti Surabaya, tapi ada juga di daerah asal warga,” ungkapnya.

“Untuk itu saya mengimbau, jangan membawa saudaranya dari desa, untuk mencari pekerjaan di Surabaya. Karena di tempat asal, sebetulnya juga masih banyak peluang,” tuturnya.

Zaini menegaskan, di Kota Surabaya terdapat dua kesempatan kerja, yaitu peluang usaha dan lapangan kerja. Peluang usaha telah digencarkan Pemkot Surabaya melalui program padat karya seperti laundri, cuci mobil, dan jahit.

Sementara kesempatan kerja juga terbuka lebar. Bahkan, perusahaan yang tersedia di Surabaya, jumlahnya mencapai 10 ribu lebih. Ribuan perusahaan itu pun menawarkan beragam jenis pekerjaan.

“Tapi, itu semua sudah kami siapkan khusus untuk Arek Suroboyo. Apalagi, kami sudah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2023, bahwa perusahaan di Surabaya sudah dikunci, agar memprioritaskan warga Surabaya, khususnya warga sekitar,” ucapnya.

“Penduduk Surabaya juga sudah siap dilatih, ada ASSIK. Artinya, Arek Suroboyo telah dilatih sesuai keahlian dan minatnya. Sementara semua mal juga ada MoU dengan pemkot, bahwa minimal 50 persen pekerja itu harus warga Surabaya, termasuk penyewanya,” pungkasnya.


 

98

Baca Lainnya