Pendidikan

Kamis, 27 Juli 2023 - 17:44 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Guru Besar Unair Sampaikan Tantangan dan Harapan Bidang Syaraf pada Kanker Glioma

Surabaya | klikku.net – Menjadi Guru Besar dalam bidang ilmu Glioma Molecular and Surgery Prof Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair). Dr Joni Wahyuhadi dr SpBS (K) MARS menyampaikan orasi ilmiah terkait glioma atau tumor otak.

Ia mengungkapkan, masyarakat perlu mengetahui kondisi gawat darurat pada penderita tumor otak dan merupakan petaka bagi seseorang penderita bila penanganannya tidak tepat atau adequad.

“Glioma atau tumor otak berdasar asal sel tumor terbagi menjadi dua, yaitu tumor otak primer dan tumor otak sekunder. Tumor otak primer di mana sel tumor berasal dari sel sel yang membentuk otak dan yang ada di rongga kepala. Sementara sel tumor berasal dari luar rongga kepala. Tumor otak sekunder sering disebut tumor otak metastase,” ujarnya, Kamis (27/7).

“Setiap tahun, terdapat 20.500 diagnosis baru dan 12.500 kematian akibat tumor otak di Amerika Serikat. Kasus glioblastoma di Surabaya khususnya di RS Dr Soetomo tahun 2002 sampai 2004 terdapat 405 tumor otak, 29 penderita adalah Glioblastoma Multiforme (GBM). Dari tahun 2013 hingga 2023 tercatat 580 kasus glioma, baik yang dilakukan operatif maupun non-operatif,” ungkap guru besar FK ke-128 tersebut.

Dia menambahkan, bahwa kegawatan pada penderita tumor otak sampai saat ini masih menjadi masalah besar utamanya di Indonesia. Salah satunya pelayanan kesehatan yang belum merata keberadaan dan kemampuannya.

“Sebelum memahami kegawatan pada tumor, perlu mengetahui tanda dan gejala pasien penderita tumor otak. Keluhan yang utama dan pertama pada umumnya adalah nyeri kepala. Kemudian, nyeri kepala sifatnya hilang timbul, memberat pada saat bangun tidur dan mengejan,” tuturnya.

“Biasanya nyeri progresif, artinya makin lama makin sering dan semakin berat. Keluhan kedua kejang, kejang yang muncul pertama pada saat dewasa harus curiga adanya tumor otak, sampai terbukti sebaliknya,” ucapnya.

Prof Joni juga menjelaskan, bahwa munculnya gejala dan tanda tidak selalu lengkap. Adanya salah satu atau salah dua dari gejala atau tanda, sudah seharusnya penderita memeriksakan diri pada dokter yang bertanggung jawab pada penyakit tersebut.

“Saat ini tindakan diagnostik untuk mendeteksi kegawatan ini yang terbaik adalah pemeriksaan Computed Tomography (CT) scan kepala. Sehingga dokter bisa cepat memberikan bantuan sesuai dengan penyebabnya. Kendala yang sering didapat adalah keterlambatan dalam diagnostik akibat keterbatasan CT scan pada pusat layanan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Gubes UNAIR ke-586 itu mengungkapkan, bahwa penanganan operasi yang terencana dan gawat darurat dengan dukungan alat modern seperti mikroskop operasi, neuronavigasi, stereotaksis dan lain-lain pendukung. Serta kehandalan SDM dalam suatu tim yang kompeten dan solid makin memberikan harapan penyelamatan pasien tumor otak.

“Manajemen tumor otak sudah sangat berkembang, khususnya di RSUD Dr Soetomo. Namun, pemahaman tentang tumor otak terutama kegawatannya menjadi sesuatu keniscayaan bagi masyarakat. Bersama meningkatkan angka harapan hidup dan meminimalkan kecacatan akibat tumor otak,” pungkasnya.


 

269

Baca Lainnya